JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mempertimbangkan skema menjadikan kantin sebagai pengganti dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Kepala BGN Nanik S Deyang menuturkan bahwa skema ini dapat dilakukan di daerah-daerah terpencil yang memiliki jumlah murid sedikit.
"Ini masih kita lihat (skema kerjasama dengan kantin), di tempat terpencil itu misalnya di Lombok, di Lombok Barat saya pernah ke satu pulau muridnya hanya 119, kan enggak mungkin didirikan dapur," kata Nanik usai pelantikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/5/2026).
Baca juga: Perbaikan MBG, MUI: Pengelola Harus Miliki Kapasitas dan Integritas
Oleh karena itu, skema mengajak kerja sama kantin sekolah menjadi alternatif bagi sekolah yang hanya memiliki jumlah muridnya sedikit.
"Di situ ada kantin, jadi bisa dong kantin itu digunakan, jadi kantin ini salah satu alternatif, begitu," kata Nanik.
Selain kantin, BGN juga membuka peluang kerjasama dengan perusahaan besar swasta lewat skema CSR.
"Misalnya ada satu wilayah yang muridnya kayak di Raja Ampat, itu ada sebuah pulau muridnya hanya 115, tapi ada dapur umum CSR-nya Pertamina, ya bisa digunakan juga," tutur dia.
Baca juga: BGN Akan Upayakan CSR hingga Hibah Biayai SPPG di Daerah 3T
Nanik mengatakan, alternatif menggunakan dapur CSR maupun kantin merupakan salah satu bagian dari efisiensi anggaran negara.
"Jadi tidak harus membangun dapur baru di 3T, ini bagian dari efisiensi supaya tidak menggunakan semuanya APBN," ucapnya.
Sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik memberi terhadap efisiensi anggaran agar MBG tidak terus membebani anggaran negara.
"Kami concern pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi," ujar Nanik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang