Pangsa Gas dalam Bauran Listrik Susut, Energi Surya Ambil Alih Pertumbuhan

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pangsa gas dalam bauran listrik global turun untuk kelima kalinya secara berturut-turut pada 2025, sementara energi surya makin mendominasi pertumbuhan permintaan listrik baru di seluruh dunia.

Berdasarkan analisis lembaga riset energi global Ember yang dirilis Selasa (9/6/2026), pangsa gas dalam bauran listrik global turun dari 23,9% pada 2020 menjadi 21,8% pada 2025. Meski volume pembangkitan gas naik tipis secara absolut, laju pertumbuhannya melambat tajam seiring dengan peningkatan dominasi energi surya dan angin dalam memenuhi kenaikan permintaan listrik.

Hal ini tecermin dari kontrasnya tren pertumbuhan. Ember mencatat pembangkitan surya tumbuh 636 terawatt hour (TWh) pada 2025, atau 17 kali lebih besar dibandingkan pertumbuhan gas yang hanya 38 TWh. Energi surya menyumbang sekitar 75% dari total pertumbuhan permintaan listrik global pada 2025, sementara kontribusi gas hanya sekitar 5%.

Laju pertumbuhan gas pada 2021–2025 pun hanya sekitar separuh dari laju 2016–2020. Kondisi ini mencerminkan peran gas yang makin menyusut dalam memenuhi permintaan listrik baru secara global.

Senior Electricity Analyst Ember Malgorzata Wiatros-Motyka mengatakan argumen ekonomi dan ketahanan energi kini makin mengarah pada kesimpulan yang sama.

"Seiring energi terbarukan menekan biaya sekaligus mengurangi eksposur terhadap guncangan harga bahan bakar dan gangguan geopolitik, gas perlahan kehilangan keunggulan yang dulu menjadikannya bahan bakar andalan untuk pertumbuhan sistem tenaga listrik," katanya, dikutip dari siaran pers, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga

  • Perusahaan China Chint Group Bidik Proyek EBT RI, Siap Investasi US$7 Miliar
  • RI Belum Ekspor Listrik ke Singapura, Tunggu Infrastruktur Dibangun
  • PLN Eksekusi 22,57 GW Proyek Energi Terbarukan per Mei 2026

Laporan mengungkap bahwa dari 124 ekonomi yang menghasilkan listrik dari gas, 61 di antaranya atau hampir separuhnya sudah melampaui puncak pembangkitan gas. Dari jumlah tersebut, empat negara merupakan anggota G7 yakni Inggris, Jerman, Italia, dan Jepang.

Di antara negara-negara G7, pembangkitan gas turun 50 TWh pada 2025, sementara energi terbarukan tumbuh 123 TWh. Energi terbarukan hampir menyamai gas dalam total pembangkitan listrik G7 pada 2025, sehingga mendorong listrik bersih secara keseluruhan melampaui pembangkitan berbasis fosil.

Amerika Serikat Jadi Pengecualian

Laporan Ember juga mencatat bahwa kondisi yang dulu mendukung gas sebagai bahan bakar transisi telah berubah signifikan. Invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 memicu lonjakan harga dan gangguan pasokan yang justru mempercepat pengembangan energi terbarukan di Eropa dan Asia. Guncangan gas alam cair (LNG) terkait konflik Timur Tengah 2026 disebut makin memperkuat pergeseran tersebut.

"Krisis geopolitik belakangan ini menyoroti risiko ketergantungan pada gas impor. Negara-negara makin berpaling ke energi terbarukan karena tersedia secara domestik, harganya lebih stabil, dan lebih cepat dibangun," kata Wiatros-Motyka.

Amerika Serikat menjadi pengecualian dalam tren global. Negeri Paman Sam menjadi pendorong terbesar pertumbuhan gas global selama satu dekade terakhir dan menyumbang 26% dari total pembangkitan gas global pada 2025.

Sebagian negara dengan konsumsi listrik terbesar dunia justru membuktikan bahwa pertumbuhan permintaan listrik tidak harus bergantung pada gas. China, India, dan Brasil menyumbang sekitar 42% permintaan listrik global pada 2025, tetapi ketiganya hanya menggunakan gas secara minimal dalam sistem kelistrikan mereka.

Pangsa gas India dalam bauran listrik anjlok dari 12,6% pada 2010 menjadi hanya 2,3% pada 2025. Brasil mencapai puncak pangsa gas pada 2014 di angka 13,7%, dan kini turun menjadi 7,3%. China mempertahankan pangsa gas yang relatif kecil di kisaran 3% meski mengalami pertumbuhan permintaan listrik yang masif.

Dengan hampir separuh ekonomi berbasis gas sudah melampaui puncak pembangkitannya dan teknologi energi bersih yang terus berkembang pesat, dunia tampak makin mendekati titik puncak penggunaan gas secara global dalam sistem kelistrikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kortas Tipikor Polri Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Pabrik Gula
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah-DPR Sepakat Bawa Draf RUU Polri ke Rapat Paripurna untuk Disahkan Hari Ini
• 23 jam lalukompas.com
thumb
8 Perubahan di UU Polri Baru: Batas Usia Pensiun-Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Dirut BPJS Kesehatan Curhat Defisit Rp 2 T, Ungkap Potensi Gagal Bayar di 2027
• 11 jam laludetik.com
thumb
Pemprov Sumut Imbau Pengusaha Sawit dan PKS Jaga Stabilitas Harga TBS
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.