TANGERANG, KOMPAS.com - Sejumlah pengguna angkutan umum berencana untuk kembali menaiki kendaraan pribadi jika tarif Transjabodetabek naik menjadi Rp 10.000.
Salah satu pengguna Transjabodetabek, Lydia (26), warga Kota Tangerang, mengaku akan mempertimbangkan kembali menggunakan sepeda motor apabila tarif Transjabodetabek benar-benar naik.
"Kalau harga naik tinggi banget, bakal naik motor ke mana-mana sih," ujar Lydia kepada Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Baru Bangun Tidur, Pengendara Motor Syok Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter
Menurut dia, jika tarif Transjabodetabek naik menjadi Rp 10.000, maka biaya transportasi yang harus dikeluarkan setiap bulan akan meningkat drastis dibandingkan saat ini.
"Kalau sekarang sekitar Rp 154.000 sebulan. Kalau jadi Rp 10.000, bisa sekitar Rp 440.000 sebulan. Itu keos sih. Yakin dah pada balik pakai motornya," kata dia.
Ia menilai penggunaan sepeda motor masih lebih ekonomis karena biaya bahan bakar yang dikeluarkan relatif lebih murah.
"Isi bensin Rp 10.000 sampai Rp 15.000 juga cukup PP (pulang-pergi) sehari Jakarta-Tangerang," jelas dia.
Penolakan rencana kenaikan tarif juga disampaikan Vicky (30), warga Tangerang Selatan yang hampir setiap hari menggunakan layanan Transjabodetabek.
Vicky menilai tarif Rp 3.500 yang berlaku saat ini masih ideal bagi pengguna transportasi umum.
Baca juga: Gratis Transportasi Umum, Masuk Ancol, Ragunan, dan Museum pada 27-28 Juni
"Kalau ingin naik mungkin maksimal Rp 5.000, tapi harus terintegrasi seluruh Jabodetabek," kata Vicky.
Menurut dia, tarif Rp 10.000 belum sebanding dengan kualitas layanan yang tersedia saat ini.
Ia menilai jumlah armada masih kurang, terutama pada jam sibuk dan di wilayah penyangga Jakarta.
"Masih kurang bus khususnya di luar Jakarta dan saat jam kerja," imbuh dia.
Sementara itu, pengguna Transjabodetabek lainnya, Nana (28), warga Tangerang Selatan, mengaku khawatir kenaikan tarif akan membebani pengeluaran bulanannya.
Nana yang menggunakan Transjabodetabek setiap hari kerja memperkirakan biaya transportasinya bisa meningkat hampir tiga kali lipat apabila tarif menjadi Rp 10.000.