Garuda Indonesia Berbagi Kode Penerbangan dengan SAS di Kawasan Eropa Utara

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Guna memperluas jangkauan konektivitas global, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjalin kerja sama dengan Scandinavian Airlines atau SAS. Penerbangan perdana dari Indonesia ke sejumlah negara di kawasan Eropa Utara, seperti Denmark, Swedia, dan Norwegia, akan dimulai pada Senin (15/6/2026).

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk baru saja mengumumkan kerja samanya dengan Scandinavian Airlines atau SAS melalui berbagi kode penerbangan (codeshare flight). Upaya ini makin memperluas jaringan konektivitas global Garuda Indonesia ke kawasan Nordik di Eropa Utara.

Baca JugaHarga Avtur Terbang Kian Tinggi, Maskapai Desak Pembahasan Tarif Batas Atas

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro mengemukakan, kerja sama ini adalah langkah strategis yang menunjukkan komitmen kedua maskapai untuk memperluas konektivitas global. Sinergi antaranggota aliansi SkyTeam pun diperkuat.

“Melalui kemitraan ini, Garuda Indonesia dan SAS berbagi visi yang sama untuk menghadirkan konektivitas yang lebih luas, seamless, dan berdaya saing sekaligus membuka akses yang lebih besar antara Indonesia, Asia Tenggara, dan kawasan Nordik,” tutur Thomas secara tertulis di Jakarta, Selasa (9/6/2026) sore.

Kerja sama kedua maskapai ini, Thomas melanjutkan, diharapkan memperkuat pangsa pasar kedua maskapai. Ada peluang baru terbuka untuk mendorong sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan mobilitas masyarakat antarwilayah. Posisi Indonesia sebagai salah satu gerbang utama perjalanan di kawasan Asia Tenggara akan makin kuat.

Para penumpang Garuda Indonesia dan SAS dapat terhubung lebih mudah ke Jakarta dan Bali dari kawasan Nordik. Hal ini berlaku pula sebaliknya menuju Copenhagen, Denmark; Stockholm, Swedia; serta Oslo, Norwegia melalui beberapa hub internasional utama, antara lain Amsterdam, Belanda; Tokyo, Jepang; dan Bangkok, Thailand. Implementasi akan dilakukan bertahap.

Penerbangan perdana akan berjalan pada Senin (15/6/2026), sehingga mulai pertengahan Juni 2026, pelanggan dapat memulai membeli tiket kedua maskapai ini. Tiket bisa dibeli melalui kanal penjualan Garuda Indonesia dan SAS.

Baca JugaMaskapai Batalkan Penerbangan Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian codeshare antarperwakilan kedua maskapai pada Minggu (7/6/2026) di Rio de Janeiro, Brasil. Acara itu bersamaan dengan pelaksanaan International Air Transport Association (IATA) Annual General Meeting.

Dalam kesempatan yang sama, CEO sekaligus SAS President Anko Van der Werff mengatakan, Indonesia adalah pasar yang berpotensi strategis bagi pengembangan jaringan SAS di kawasan Asia. Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar menjanjikan di Asia.

“Dengan memperkuat konektivitas ini, kami membuka lebih banyak peluang untuk menghubungkan kawasan Nordik dengan salah satu pasar paling dinamis di Asia,” ujar Van der Werff.

Anggota program loyalitas GarudaMiles dan EuroBonus dapat mengumpulkan dan menukarkan miles untuk berbagai penerbangan dalam jaringan gabungan Garuda Indonesia dan SAS. Miles merupakan satuan poin dalam program loyalitas Garuda Indonesia.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia Alvin Lie mengatakan, Garuda Indonesia tidak terbang secara fisik menggunakan armadanya, tetapi turut menjual tiket SAS. Hal ini berlaku pula sebaliknya. SAS dapat menawarkan rute domestik Indonesia yang diterbangkan Garuda Indonesia.

”Ini memperluas jangkauan pelayanan Garuda Indonesia tanpa harus secara fisik menyiapkan pesawatnya dan menerbangkan sendiri. Upaya ini memang strategi pengembangan rute tanpa harus menerbangkan sendiri,” ucap Alvin.

Langkah Garuda Indonesia ini, Alvin menilai, merupakan cara tepat untuk memperluas pasar serta meningkatkan potensi pendapatan dengan risiko dan biaya minim. Jika tiket tidak laku, maka tidak timbul kerugian.

”Tidak perlu ajukan izin rute baru, kerja sama dengan bandara dan groundhandling, tidak menanggung risiko kursi kosong dan logistik. Sebab, keduanya saling memanfaatkan perizinan mitra, tanpa perlu mengurus izin (terbang) sendiri,” ujar Alvin.

Asia sebagai alternatif

Perang Timur Tengah telah mengubah jalur penerbangan antara Eropa dan Asia. Berkaca dari gangguan yang tiba-tiba, pergeseran pola penerbangan bahkan diperkirakan memberi efek yang bertahan lama.

“Banyak maskapai penerbangan kini menghindari sekitar Timur Tengah lantas menuju ke Asia Tenggara, begitu pula sebaliknya. Orang-orang telah melihat betapa rapuhnya maskapai dan bandara Teluk. Kecuali ada perdamaian permanen di kawasan, maka (perubahan) ini bisa permanen,” ujar pendiri Endau Analytics dan analis aviasi, Shukor Yusof, dikutip dari Straits Times.

Baca JugaSusahnya Cari Rute Terbang Aman di Tengah Perang

Commercial and Industry Affairs Leader untuk kawasan Asia Pasifik di OAG Aviation, Mayur Patel mengemukakan, bandara-bandara di Asia menjadi alternatif transit ketika Timur Tengah dihindari. Bandara-bandara besar yang kerap menjadi hub transit, seperti Hong Kong; Taipei, Taiwan; Singapura; Incheon, Korea Selatan; dan Narita, Jepang diperkirakan padat sepanjang 2026. Kondisi ini sudah diprediksi, bahkan sebelum krisis terjadi.

Belum ada tanda-tanda akhir dari perang di Timur Tengah, Patel melanjutkan, maskapai-maskapai cenderung menata kembali jaringannya. Upaya ini dilakukan jika krisis berlangsung lama hingga jangka menengah.

Ini artinya, beberapa destinasi di Asia, seperti Thailand akan kehilangan lalu lintas yang selama ini terhubung dengan kawasan Teluk. Alhasil, maskapai perlu mencari pasar alternatif, seperti Asia Tengah dan Asia Pasifik. Maskapai perlu mendapat insentif untuk memberi layanan non-stop menggunakan kapasitas yang dialihkan dari rute Timur Tengah yang ditangguhkan, demikian tertulis dalam Straits Times.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Poin-poin Penting Revisi UU Polri: Masa Pensiun hingga Polisi Isi Jabatan Sipil
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
DPR Sebut Kenaikan BBM Pertamax Bakal Berdampak ke Inflasi
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Chatib Basri: Efisiensi MBG Penting untuk Jaga Kepercayaan Publik di Tengah Pelemahan Rupiah
• 17 jam laludisway.id
thumb
Ujian Krusial Benteng Pangan RI
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Proyek Strategis BUMN Berujung Gagal, Kortas Tipikor Polri Geledah Kantor WIKA dan Sita Dokumen
• 9 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.