Makin Panas! AS Gempur Iran Selatan, Sistem Pertahanan Udara Langsung Aktif

medcom.id
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di bagian selatan Iran pada Rabu dini hari waktu setempat. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di beberapa lokasi strategis, memicu aktivasi sistem pertahanan udara Iran.
 
Media Iran melaporkan wilayah Sirik, Pulau Qeshm, dan Minab di Provinsi Hormozgan menjadi sasaran serangan yang diduga dilakukan oleh pesawat tempur AS. Sedikitnya enam ledakan terdengar di kawasan yang menjadi target operasi tersebut.
  Baca juga:  Donald Trump Minta Iran Hentikan Serangan Rudal ke Israel dan Kembali Berunding        
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi sebuah proyektil menghantam Kota Sirik. Selain itu, sejumlah proyektil lainnya dilaporkan jatuh di Pulau Qeshm. Hingga kini, otoritas setempat belum merinci tingkat kerusakan maupun kemungkinan adanya korban akibat insiden tersebut.
 
Sebagai respons atas serangan itu, Iran mengaktifkan sistem pertahanan udaranya di sejumlah wilayah penting, termasuk Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan di kawasan selatan negara tersebut.

Laporan lain dari media Iran menyebutkan ledakan juga terjadi di sejumlah titik berbeda. Sedikitnya empat ledakan dilaporkan mengguncang kawasan Pelabuhan Jask, sementara satu ledakan lainnya terdengar di pinggiran Bandar Abbas.
 
Perkembangan terbaru ini menandai meningkatnya eskalasi antara Washington dan Teheran yang dalam beberapa waktu terakhir terus diwarnai ketegangan militer dan politik.
 
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pihaknya telah memulai operasi militer yang disebut sebagai tindakan pertahanan diri terhadap Iran. Menurut pernyataan CENTCOM, operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas insiden yang menyebabkan jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS sebelumnya.
 
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran maupun otoritas Amerika Serikat terkait skala operasi, jumlah target yang diserang, maupun dampak keseluruhan dari serangan tersebut.
 
Pengamat menilai situasi ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu wilayah paling sensitif terhadap konflik bersenjata dan memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas pasar energi global.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim Ungkap Hal Memberatkan dan Meringankan Vonis 4 Prajurit TNI di Kasus Andrie Yunus
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Joey Pelupessy Optimistis dengan Era Baru Timnas Indonesia, Apresiasi Langkah John Herdman
• 19 jam laludisway.id
thumb
3 Lokasi PSEL Gelombang Pertama Ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono akui tak ingin perdebatkan soal subsidi Transjabodetabek
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Titiek Soeharto: Usia Simpan 1,3 Juta Ton Beras Bulog Sudah di Atas Setahun
• 1 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.