KOMPAS.com – Beberapa bulan terakhir, warga Condet, Jakarta Timur, harus berhadapan dengan berbagai dampak pembangunan jaringan air minum perpipaan yang dilakukan PAM JAYA bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kemacetan, penyempitan jalan, hingga debu sempat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung.
Namun, di balik ketidaknyamanan tersebut, manfaat pembangunan kini mulai dirasakan warga. Air minum perpipaan PAM JAYA telah mengalir ke sejumlah kawasan di Condet, menghadirkan akses air yang lebih jernih, praktis, dan berkualitas sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah.
Pembangunan jaringan perpipaan tersebut merupakan bagian dari upaya PAM JAYA mendukung target 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta pada 2029.
Untuk mencapai target itu, pembangunan infrastruktur terus dilakukan di berbagai wilayah ibu kota.
Bagi warga Condet, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang yang mulai memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Baca juga: BGN: MBG Bukan Hanya Program Pemberian Makan, tapi Investasi Jangka Panjang
Perubahan itu dirasakan langsung oleh Darkat, salah satu warga Condet yang telah beralih menggunakan layanan air minum perpipaan PAM JAYA.
Menurut Darkat, kualitas air yang diterimanya jauh lebih baik dibandingkan air sumur yang selama ini digunakan warga di lingkungannya.
“Air PAM sekarang cukup bagus, jernih dan saya merasa puas. Di daerah saya rata-rata air sumurnya kuning. Dari sisi pengeluaran juga terasa lebih hemat. Dulu kebutuhan pokok seperti listrik dan air bisa sampai sekitar Rp 600.000 per bulan, sekarang sekitar Rp 400.000 sampai Rp 450.000. Jadi saya berterima kasih kepada PAM JAYA karena sudah masuk ke lingkungan kami,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Pengalaman serupa juga dirasakan Siti Nur. Ia mengaku tidak mengalami kendala selama menggunakan layanan air minum perpipaan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Air PAM bagus, bening, jernih untuk sehari-hari, terus tidak ada gangguan juga selama ini. Biayanya juga murah, cuma sekitar Rp 50.000 sebulan,” ungkap Siti.
Baca juga: Ikan Mati Massal di Irigasi, Perumdam Karawang Pastikan Kualitas Air Aman
Selain kualitas air yang lebih baik dan biaya yang lebih terjangkau, kehadiran layanan air minum perpipaan juga membawa perubahan dalam aktivitas harian warga.
Nara, warga Condet lainnya, merasakan manfaat tersebut setelah menggunakan air PAM JAYA.
“Sekarang mandi terasa lebih segar, cucian jadi lebih bersih, dan kulit juga terasa lebih baik,” tuturnya.
Pengalaman warga menunjukkan bahwa akses terhadap air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




