JAKARTA, DISWAY.ID - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang diumumkan secara mendadak.
Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo mengatakan kebijakan itu menimbulkan keterkejutan di tengah masyarakat dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak lanjutan, mulai dari penurunan daya beli hingga lonjakan konsumsi BBM subsidi.
BACA JUGA:Harga Pertamax Naik, Pemerintah Rumuskan Paket Stimulus untuk Masyarakat
Diungkapkannya, pihaknya memahami bahwa harga BBM nonsubsidi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Namun demikian, proses penyesuaian harga tetap harus memperhatikan prinsip perlindungan konsumen dan keterbukaan informasi.
"Sebagai produk yang digunakan secara luas dan berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga, perubahan harga seharusnya disampaikan secara lebih transparan dan memberikan waktu yang cukup bagi konsumen untuk menyesuaikan keputusan ekonominya," katanya kepada awak media, Rabu 10 Juni 2026.
Dinilainya, pengumuman kenaikan harga yang dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi yang memadai telah mengabaikan hak konsumen untuk memperoleh informasi yang jelas.
BACA JUGA:AHY Bantah Usulkan Dua Kolonel untuk Bikin Dapur MBG dalam Kasus Sony Sonjaya
Karena itu, YLKI mendesak Pertamina dan pemerintah membuka secara rinci formula serta komponen pembentuk harga BBM agar masyarakat memahami dasar penyesuaian harga tersebut.
Selain masalah transparansi, YLKI juga mengingatkan adanya potensi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga yang semakin lebar.
Menurutnya, kondisi ini harus diantisipasi secara serius agar tidak memicu lonjakan permintaan BBM subsidi yang berujung pada antrean panjang, pembatasan distribusi, maupun kelangkaan di sejumlah daerah.
"Jangan sampai masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM subsidi justru menjadi pihak yang paling dirugikan akibat kebijakan ini," ujarnya.
Lebih lanjut, YLKI mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM selalu memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi.
Biaya transportasi, distribusi barang, hingga pengeluaran rumah tangga berpotensi meningkat, yang pada akhirnya dapat menekan daya beli masyarakat dan memicu inflasi.
BACA JUGA:Harga BBM Pertamax Naik, Pramono Ajak Warga Naik Transportasi Umum
- 1
- 2
- »





