BYD Berambisi Jadi Produsen Mobil Terbesar di Dunia dalam 5 Tahun

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Chairman BYD Wang Chuangu memperkirakan perusahaan China tersebut akan menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan.

BYD Berambisi Jadi Produsen Mobil Terbesar di Dunia dalam 5 Tahun. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Chairman BYD Wang Chuangu memperkirakan perusahaan China tersebut akan menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan.

Dilansir dari AsiaOne pada Rabu (10/6/2026), ia berupaya meyakinkan investor setelah penurunan tajam harga saham perusahaan.

Baca Juga:
Penjualan BYD Naik pada Mei 2026 usai Turun 8 Bulan Beruntun

BYD, menempati peringkat keenam secara global pada 2025 dengan 4,6 juta kendaraan terjual. Namun, perusahaan saat ini berjuang untuk memulihkan pertumbuhan setelah penjualan domestiknya terpukul oleh persaingan yang semakin ketat selama setahun terakhir. 

Saham perusahaan telah turun lebih dari 45 persen dari puncaknya di Hong Kong selama setahun terakhir, sementara sahamnya yang terdaftar di Shenzhen telah turun 33 persen.

Baca Juga:
Gandeng BYD, Asuransi Digital (YOII) Pasang Target Pertumbuhan Pendapatan hingga 150 Persen

Berbicara pada rapat pemegang saham tahunan perusahaan di kantor pusatnya di Shenzhen, Wang menekankan fokus pada peningkatan produksi baterai Blade generasi kedua.

"BYD akan benar-benar menjadi produsen mobil nomor satu di dunia dalam hal skala dalam lima tahun," kata Wang.

Baca Juga:
BYD, Baidu, dan Alibaba Masuk Daftar Hitam Pentagon AS

Dia menyoroti ekspor perusahaan yang kuat dan kemajuan teknologi, termasuk peningkatan teknologi baterai dan pengisian cepat yang menurutnya akan mendorong pertumbuhan di dalam dan luar negeri.

Untuk mencapai produsen mobil terbesar di dunia, perusahaan itu harus melampaui Toyota Motor, yang menjual lebih dari dua kali lipat jumlah kendaraan dibandingkan BYD pada 2025. 

Ekspor BYD antara Januari dan Mei tumbuh 65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan Brasil, Inggris, dan Australia sebagai pasar terbesarnya.

Namun, pertumbuhan ini gagal mengimbangi kinerja domestik yang lemah, karena pengiriman secara keseluruhan selama periode yang sama turun lebih dari 20 persen. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu Ungkap 8 Prioritas Kebijakan Fiskal dan Target APBN 2027
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
65 Emiten Gelar Buyback Senilai Rp65,34 Triliun, Realisasi Baru 30 Persen 
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Wall Street Anjlok Jelang Rilis Data Inflasi AS dan IPO SpaceX
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
2 Tahun Tak Masuk Daftar Kasus ILC, Menaker: Bukti Dialog Sosial di RI Terwujud
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
LPSK Ternyata Belum Terima Permohonan Perlindungan Justice Collaborator Sony Sonjaya
• 20 menit laluokezone.com
Berhasil disimpan.