Jakarta (ANTARA) - Aktris Shareefa Daanish mengaku tidak mau menjadi "Ratu Horor" dan tidak ingin dipanggil dengan julukan itu, meskipun sudah banyak membintangi banyak judul film horor.
"Karena aku merasa, aduh, (julukan) ratu malah jadi beban buat aku dan aku enggak ingin itu jadi beban," tutur Daanish saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta Pusat, pada Rabu.
Sejak membintangi film "Dara" pada 2007, nama Daanish menghiasi banyak judul film horor Indonesia, antara lain "Rumah Dara" (2009), "Danur" (2017), "Asih" (2018), hingga yang akan datang "Cerita Lila".
Baca juga: Shareefa Daanish berbagi kisah tentang film terbarunya "Cerita Lila"
Kepiawaian Daanish membawakan berbagai karakter dalam film horor membuat dia dijuluki "Ratu Horor", yang sebenarnya enggan dia sandang.
"Aku merasa banyak aktris dan aktor yang memerankan horor dengan sangat baik dan bagus, yang menurut aku sebenarnya bisa juga diberikan titel 'Ratu Horor'," kata Daanish.
Sang aktris mengaku mengapa dia banyak membintangi film horor adalah karena dia semata mengikuti perjalanan karier, yang memang membuat dia mendapat tawaran film-film itu.
Ketika ditawari berperan sebagai hantu, dia mengaku tertarik kepada karakter apapun selama memiliki cerita yang kuat dan memberikan tantangan kepadanya.
"Kenapa enggak," kata Daanish.
Berbicara tentang film horor, dia menilai genre tersebut selalu diminati penonton Indonesia lantaran faktor kedekatan. Banyak orang yang sudah terpapar cerita rakyat yang mengandung unsur horor sejak mereka kecil.
Dia berharap semakin banyak variasi film horor Indonesia supaya bisa menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi di dalam negeri.
Baca juga: Shareefa Daanish berharap bisa menghadirkan ketakutan
Baca juga: Film "Ghost in the Cell" tayang di Thailand dengan sulih suara lokal
Baca juga: Aktris Imelda Therinne kemukakan daya tarik film horor "Songko"
Baca juga: Shaloom Razade masukan bahasa Belanda di film horor “The Bell”
"Karena aku merasa, aduh, (julukan) ratu malah jadi beban buat aku dan aku enggak ingin itu jadi beban," tutur Daanish saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta Pusat, pada Rabu.
Sejak membintangi film "Dara" pada 2007, nama Daanish menghiasi banyak judul film horor Indonesia, antara lain "Rumah Dara" (2009), "Danur" (2017), "Asih" (2018), hingga yang akan datang "Cerita Lila".
Baca juga: Shareefa Daanish berbagi kisah tentang film terbarunya "Cerita Lila"
Kepiawaian Daanish membawakan berbagai karakter dalam film horor membuat dia dijuluki "Ratu Horor", yang sebenarnya enggan dia sandang.
"Aku merasa banyak aktris dan aktor yang memerankan horor dengan sangat baik dan bagus, yang menurut aku sebenarnya bisa juga diberikan titel 'Ratu Horor'," kata Daanish.
Sang aktris mengaku mengapa dia banyak membintangi film horor adalah karena dia semata mengikuti perjalanan karier, yang memang membuat dia mendapat tawaran film-film itu.
Ketika ditawari berperan sebagai hantu, dia mengaku tertarik kepada karakter apapun selama memiliki cerita yang kuat dan memberikan tantangan kepadanya.
"Kenapa enggak," kata Daanish.
Berbicara tentang film horor, dia menilai genre tersebut selalu diminati penonton Indonesia lantaran faktor kedekatan. Banyak orang yang sudah terpapar cerita rakyat yang mengandung unsur horor sejak mereka kecil.
Dia berharap semakin banyak variasi film horor Indonesia supaya bisa menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi di dalam negeri.
Baca juga: Shareefa Daanish berharap bisa menghadirkan ketakutan
Baca juga: Film "Ghost in the Cell" tayang di Thailand dengan sulih suara lokal
Baca juga: Aktris Imelda Therinne kemukakan daya tarik film horor "Songko"
Baca juga: Shaloom Razade masukan bahasa Belanda di film horor “The Bell”





