Aksi sadis direncanakan dua pasangan kekasih di Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Kejadian yang pernah dilaporkan sebagai kasus begal, ternyata merupakan pembunuhan berencana.
Polisi berhasil mengungkap itu, usai melakukan penyidikan mendalam terhadap laporan tersebut. Terungkap, pelaku berjumlah dua orang, yakni pasangan kekasih berinisial OR (28) dan YTU (25).
Korban tewas merupakan pria yang hendak dijodohkan dengan YTU. Namun, perempuan tersebut menolak karena sudah menjalin hubungan asmara dengan OR.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan kasus ini terungkap setelah Satreskrim Polres Banyuasin melakukan penyidikan mendalam terhadap laporan orang tua korban pada 17 Maret 2026. Saat itu, korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di jalan poros perkebunan kelapa sawit Unit Betung Krawo PTPN 4 Regional 7.
"Awalnya orang tua korban melaporkan anaknya menjadi korban begal. Dugaan pelaku saat itu mengarah kepada OR berdasarkan keterangan korban sebelum meninggal dunia," katanya dilansir detikSumbagsel, Kamis (11/6/2026).
Risnan mengungkapkan dalam penyelidikan, akhirnya menangkap OR pada 10 Juni 2026. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa OR tidak beraksi seorang diri, melainkan dibantu oleh YTU.
"Motif pembunuhan berawal dari penolakan YTU terhadap rencana perjodohan dengan korban. Ternyata YTU sebenarnya telah dijodohkan. Namun YTU tidak bersedia menikah karena memiliki hubungan dengan OR. Dari situlah muncul rencana untuk menghabisi korban," ungkapnya.
Kemudian saat korban melintas, OR diduga langsung membacok korban menggunakan senjata tajam. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Korban sempat menjalani perawatan intensif di RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Baca berita selengkapnya di sini.
(rdp/idh)





