Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajukan anggaran tambahan untuk pagu anggaran indikatif tahun 2027. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan kementeriannya masih membutuhkan tambahan Rp 30 triliun untuk mengakomodasi berbagai program prioritas Presiden secara optimal.
“Maka izinkan pada rapat kerja ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengusulkan anggaran belanja tambahan TA 2027 sebesar Rp 30 triliun,” ucap Trenggono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Kamis (11/6).
Trenggono merinci, tambahan anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung sejumlah program antara lain pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 600 lokasi senilai Rp 9,45 triliun agar target 1.000 lokasi pada 2027 dapat tercapai.
“Yang kedua, revitalisasi tambak nila salin sebesar Rp 5,4 triliun, sehingga proses konstruksi 5.500 hektare tambak bisa terlaksana pada tahun 2027,” lanjutnya.
Trenggono juga mengalokasikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 8,8 triliun untuk program budidaya ikan darat tematik di 9.000 lokasi sehingga target 10.000 lokasi pada 2027 dapat direalisasikan.
Selanjutnya, Trenggono menuturkan tambahan tersebut akan digunakan untuk pemenuhan sertifikasi awak kapal dan operasional kapal perikanan sebesar Rp 9 miliar, pembangunan dan operasional kawasan sentra industri garam seluas 2.000 hektare sebesar Rp 965 miliar, serta pengembangan model dan replikasi tambak udang terintegrasi seluas 2.000 hektare senilai Rp 1,3 triliun.
Selain itu, KKP mengusulkan anggaran Rp 1,44 triliun untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di tiga provinsi di Sumatera, Rp 1 triliun untuk program pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan dalam mendukung pengentasan kemiskinan.
“Operasional pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan sebesar Rp 857 miliar, Serta belanja tugas dan fungsi, Dan peningkatan pelayanan publik sebesar Rp 573 miliar,” ucap Trenggono.
Adapun berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas tertanggal 7 Mei 2026, pagu indikatif KKP untuk tahun anggaran 2027 ditetapkan sebesar Rp 15,63 triliun.
“Melalui pelaksanaan berbagai program prioritas tersebut, KKP optimis dapat memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, meningkatkan produktivitas di sektor kelautan dan perikanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” sebut Trenggono.
PDB Perikanan Ditargetkan Tumbuh hingga 6 Persen pada 2027
Kemudian, Trenggono juga memaparkan target pelaksanaan program kementerian pada 2027. KKP menargetkan perluasan kawasan konservasi perairan hingga mencapai 301,3 juta hektare pada 2027.
Selain itu, melalui program perikanan dan kelautan, KKP menargetkan produksi kelautan dan perikanan sebesar 27,25 juta ton serta produksi garam mencapai 2,75 juta ton.
“Melalui peningkatan produktivitas ini, kami memproyeksikan pertumbuhan PDB perikanan akan mencapai 5 hingga 6 persen,” ucap Trenggono.
Di sisi lain, melalui program peningkatan nilai tambah dan daya saing industri, KKP menargetkan nilai ekspor hasil perikanan sebesar USD 7,2 miliar pada 2027.





