Indonesia Bidik Jadi Hub AI ASEAN, Roadmap Infrastruktur Digital Sedang Disusun

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah tengah menyusun peta jalan atau roadmap infrastruktur digital nasional sebagai fondasi untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI) sekaligus mempercepat transformasi ekonomi digital. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat daya saing dan menarik investasi AI yang kian berkembang di kawasan.

Asisten Deputi Bidang Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Teodore Sutarto mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan roadmap Indonesia Digital Infrastructure sebagai salah satu strategi utama menghadapi era AI.

“Salah satu cara kami untuk membangun infrastruktur, kami lagi bangun roadmap Indonesia Digital Infrastructure,” kata Teodore dalam acara GARUDA AI Impact Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6).

Menurut dia, pembangunan infrastruktur digital dan penguatan talenta menjadi kebutuhan paling mendasar apabila Indonesia ingin memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam penyusunan roadmap tersebut, pemerintah melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), hingga pelaku industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Teodore mengatakan pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan teknologi global yang telah maupun akan berinvestasi di Indonesia. Salah satu contohnya Microsoft yang telah membangun hyperscale data center di dalam negeri.

"Microsoft sebenarnya sudah berinvestasi melalui hyperscale data center dan kami tentu berharap pemain-pemain lain juga bisa masuk. Karena kalau berbicara data center, pada akhirnya kita sedang berbicara mengenai pengelolaan data yang kini menjadi new gold mine,” ujarnya.

Menurut dia, kebutuhan investasi AI tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti pusat data. Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan keterampilan digital juga menjadi faktor yang sama pentingnya agar manfaat AI dapat dirasakan secara luas.

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya menyiapkan infrastruktur digital, tetapi juga berbagai strategi untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi AI di kawasan. Upaya ini antara lain melalui pengembangan kawasan ekonomi digital dan penyusunan regulasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Namun, Teodore mengingatkan bahwa pengembangan pusat data AI memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan data center konvensional. Selain konektivitas digital, fasilitas tersebut membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar dan ketersediaan air untuk sistem pendinginan.

"Kalau untuk data center AI, yang pertama dibutuhkan adalah electricity karena konsumsi listriknya sangat besar. Yang kedua butuh air untuk cooling system,” kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah juga mulai memperhatikan kesiapan wilayah yang memiliki sumber energi terbarukan dan ketersediaan air yang memadai untuk mendukung pengembangan infrastruktur AI di masa depan.

Pandangan serupa disampaikan ASEAN Director of Government Affairs Microsoft Jasmine Begum. Menurut dia, infrastruktur merupakan satu dari tiga fondasi utama ekonomi AI, selain kebijakan dan regulasi yang mendukung serta pengembangan sumber daya manusia.

"Mengapa infrastruktur menjadi sangat penting? Sekarang di era AI, pusat data telah menjadi utilitas. Infrastruktur yang terpercaya menjadi sangat penting,” kata Jasmine.

Ia menilai keberhasilan suatu negara dalam memanfaatkan AI pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya.

"Peluang ekonomi AI bukan pada teknologinya, tetapi orang-orang dan pengembangan kemampuan. Teknologi hanyalah pendukung, sedangkan sumber daya manusia dan inovasi adalah pembeda yang sebenarnya," ujarnya.

Pernyataan itu sejalan dengan fokus pemerintah yang saat ini menempatkan pengembangan talenta AI sebagai salah satu prioritas transformasi digital nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan pusat data dan komputasi AI, ketersediaan tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing Indonesia di era ekonomi berbasis AI.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Penyiksaan Anjing di Chongqing, Tiongkok Picu Aksi Protes, Polisi Khusus Lakukan Penindakan dan Penangkapan Massal
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
IPW: Penguatan Polri Harus Diimbangi dengan Pengawasan Kompolnas yang Independen
• 12 jam lalukompas.com
thumb
TASPEN-KPI Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik bagi ASN dan Peserta Pensiun
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Hendri Satrio Luncurkan Buku "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo": Membedah Transformasi Gagasan Sumitro dalam Kebijakan Prabowo
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekonomi Jember Tumbuh 6,35 Persen, Lampaui Jawa Timur dan Nasional pada Kuartal I
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.