Zulhas Ungkap Praktik Jual Beli Titik SPPG yang Membengkak: Negara Rugi Rp1 T Per Bulan

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menko Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan praktik jual-beli titik SPPG yang membengkak hingga merugikan negara Rp1 Triliun tiap bulan. 

Atas hal tersebut, Zulkifli Hasan ditunjuk Presiden menjadi Ketua Tim Penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk merapikan sengkarut tersebut.

BACA JUGA:Apresiasi Disway Top Regional Leader Awards, Menkop Ferry Ungkap Progres Koperasi Desa Merah Putih

Sebagai langkah awal, pemerintah akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan program MBG. Utamanya soal jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dinilai membengkak jauh di atas kebutuhan awal.

Zulhas mengakui jika di lapangan terdapat praktik jual-beli titik SPPG yang menyebabkan jumlah dapur MBG melonjak. Tak hanya melonjak dari rencana semula, praktik jual-beli titik SPPG itu juga merugikan negara. 

Zulhas membeberkan program MBG pada awalnya dirancang dengan target sekitar 21.000 titik SPPG. Pada kenyataannya, berdasarkan data terbaru BGN, jumlahnya membengkak hingga mencapai 27.877 unit.

"Terjadi jual-beli titik (SPPG) yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000, tapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Nah, ada membengkak 6.877 titik," kata Zulhas dalam konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

BACA JUGA:Forum Jupnas Gizi Prihatin Pimpinan BGN Terjerat Korupsi: Momentum Perubahan

Lonjakan dapur MBG dinilai membebani keuangan negara. Sebab, setiap dapur MBG memperoleh dana operasional dari Pusat yang nilainya mencapai Rp6 juta per hari.

Penambahan 6.877 titik yang di luar rencana awal, membuat negara mengalami kerugian yang ditaksir lebih dari Rp1 triliun setiap bulan.

"Kalau ada 6.877 penambahan, kalau Rp6 juta satu hari, satu bulan ada pengeluaran lebih Rp1 triliun, pemborosan. Berarti kalau satu tahun berapa itu? Rp12 triliun. Ini yang perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan," ujarnya.

Tak hanya itu, Zulhas juga bakal mengevaluasi jumlah SPPG yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Zulhas menyebut jumlah titik SPPG di kawasan tersebut melonjak jauh di atas perencanaan awal.

Mulanya, BGN hanya memproyeksikan sekitar 2.000 titik SPPG di wilayah 3T. Namun dalam kenyataannya, jumlah itu meningkat menjadi 8.617 titik, bahkan sebagian besar di antaranya telah memperoleh surat keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

"3T itu di data ada 2.000 titik, tapi kemudian membengkak menjadi 8.617 titik, dan 6.138 titik itu sudah ada SK nya dari BGN," ungkap dia.

Lakukan Efisiensi

Menyikapi hal itu, pemerintah bersama BGN dan sejumlah kementerian/lembaga terkait akan melakukan penataan ulang terhadap program MBG. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan lebih efektif dan efisien.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini: Truk Kecelakaan di Tol Dalam Kota, Sejumlah Ruas Padat
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Respons Muhammadiyah soal Kondisi Ekonomi Saat Ini
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Muzakki Ramdhan Jadi Korban Kekerasan di Toilet Mal, Bibir Berdarah hingga Syok
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Perbaikan Tata Kelola MBG Ditargetkan Selesai Sebulan, SPPG tak Sesuai Prosedur Ditutup
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pramono Klarifikasi soal Rencana Tarif Transjabodetabek Naik hingga Rp 15 Ribu
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.