jpnn.com, HO CHI MINH - Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari fraksi Golkar Dave Laksono bersama delegasi parlemen Indonesia melaksanakan pertemuan di Ho Chi Minh City setelah mengikuti ASEAN Future Forum (AFF) 2026 di Hanoi, Vietnam, Selasa (9/6) kemarin.
Dave menyebut pertemuan dilakukan dengan pemangku kepentingan strategis di Vietnam membahas hubungan Indonesia dan negara tersebut.
BACA JUGA: Misbakhun: DPR Kawal Mitigasi Dampak Kenaikan Pertamax Terhadap Daya Beli Masyarakat
"Ya, sekaligus menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor yang berpotensi memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kedua negara," kata dia dikutip Kamis (11/6).
Adapun, delegasi parlemen Indonesia satu di antaranya bertemu perusahaan perikanan di Ho Chi Minh City.
BACA JUGA: DPR Batasi Jabatan Sipil Polri, Tak Bisa Lagi Cuma Modal Titah Kapolri
Pertemuan membahas peluang kerja sama meningkatkan kapasitas produksi perikanan Indonesia.
Termasuk, memperluas pasar ekspor, mendorong transfer teknologi, serta membuka peluang investasi guna memperkuat industri perikanan nasional.
BACA JUGA: Soal Ambang Batas Parlemen, Sekjen PKB: Kami Belum Mematok Angka
Dave menilai Indonesia dan Vietnam memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama di sektor maritim dan perikanan.
Menurutnya, pengalaman Vietnam dalam mengembangkan industri perikanan yang berdaya saing bisa menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia.
"Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang sangat besar. Tantangan berikutnya itu memastikan potensi diubah menjadi nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujar Dave.
Dia melanjutkan kerja sama yang dijajaki tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, melainkan memperkuat hilirisasi sektor perikanan.
"Kami ingin nelayan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri yang menghasilkan produk bernilai tinggi," ujar Dave.
Dave menuturkan meningkatnya permintaan global terhadap produk pangan laut memberikan kesempatan bagi Indonesia memperluas jangkauan ekspor.
Oleh karena itu, kata dia, diplomasi parlemen harus mampu menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
"Oleh karena itu, berbagai pertemuan yang dilakukan bersama delegasi parlemen Indonesia di Ho Chi Minh City tidak hanya ditujukan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia–Vietnam, tetapi juga untuk membuka peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama industri yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan," tuturnya. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejati Jabar Geledah Kantor DPRD Indramayu
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan




