JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan tunjangan guru sudah naik.
“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan,” kata Mu’ti di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: 137.764 Guru Non-ASN Bakal Terima Tunjangan Profesi Rp 2 Juta per Bulan
Dia lantas menyebut nominal kenaikannya, masing-masing untuk guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru ASN.
“Dari yang guru non-ASN tunjangannya dinaikkan dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok," ungkapnya.
Pemerintah juga membuat skema langsung mengirim (transfer) tunjangan dan gaji itu ke rekening guru setiap bulan.
Baca juga: Kemendikdasmen Pastikan Tunjangan Guru ASN dan Honorer Cair Setiap Bulan
Kebijakan tersebut disebutnya merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan guru.
Beasiswa guru
Abdul Mu’ti mengatakan akan melanjutkan program beasiswa untuk guru yang hendak menempuh pendidikan sarjana atau S1 sebagaimana program yang digulirkan pemerintah pada tahun sebelumnya.
Tujuan dari beasiswa ini, kata Mu'ti, adalah untuk kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru.
"Nah tahun ini kami mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150.000 guru dengan nominal beasiswa sama dengan yang tahun 2025, 3 juta per semester dan sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini," jelasnya.
Mu’ti juga mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri wisuda 12.500 guru penerima beasiswa S1 tahun 2025.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang