Jakarta, VIVA – Perseteruan pasca perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah Tan kembali menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Meski keduanya telah resmi berpisah pada 2024, dinamika komunikasi dan perbedaan pandangan soal pengasuhan anak masih kerap menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Situasi semakin memanas setelah siaran langsung Sarwendah bersama kekasihnya, Giorgio Antonio, viral. Dalam live itu, interaksi keduanya menuai beragam reaksi warganet.
Salah satunya pernyataan Sarwendah yang dinilai kasar, termasuk penggunaan kata “cong” serta beberapa ucapan yang dinilai kurang pantas. Video tersebut cepat menyebar dan memicu hujatan, hingga nama Giorgio ikut terseret dalam perbincangan publik.
Ramainya sorotan itu membuat isu lama ikut terbuka. Warganet mulai mengaitkan kehidupan Sarwendah saat ini dengan perjalanan masa lalunya di industri hiburan, termasuk saat masih tergabung dalam girl group Cherrybelle, mulai dari awal karier hingga penghasilan mantan istri Ruben Onsu itu sebelum menikah.
Berapa Penghasilan Sarwendah Sebelum Menikahi Ruben Onsu?Sebagaimana diketahui, sebelum dikenal luas sebagai istri Ruben Onsu, Sarwendah lebih dulu memulai kariernya sebagai anggota Cherrybelle pada awal 2010-an. Grup ini menjadi salah satu girl group populer pada masanya dan membuka jalan bagi Sarwendah di industri hiburan Indonesia.
Namun di balik popularitas tersebut, perjalanan Sarwendah di Cherrybelle tidak berlangsung lama. Ia kemudian dikeluarkan dari grup pada 2012 bersama Devi dalam situasi yang hingga kini masih sering kembali diperbincangkan publik.
Bertahun-tahun setelahnya, Sarwendah mengungkap momen saat dirinya mendapat kabar dirinya dikeluarkan dari grup yang membesarkan namanya itu. Ia menyebut keputusan itu datang secara tiba-tiba tanpa persiapan yang jelas.
"Pada hari itu, saya masih di Makassar promo film. Malamnya saya dipanggil. Saya dibilang, 'besok kamu dikeluarin ya'," ungkap Sarwendah di kanal YouTube PDP pada 2024 silam.
Ia juga menyoroti ketidakjelasan proses saat itu, termasuk belum adanya surat resmi ketika kabar tersebut disampaikan kepadanya. "Tidak ada persiapan apa-apa, nggak ada kasih tau apa-apa," tambahnya.
Setelah kembali ke Jakarta, ia menyebut akhirnya baru menerima keputusan resmi dari pihak manajemen. "Balik ke Jakarta karena bingung, kalau nggak ada suratnya aku nggak GR, nggak dateng preskon," kenangnya. "Ya udah (setelahnya) manajemen kasih tau, ya udah dikasih surat keluarnya, dikeluarin deh," lanjut Sarwendah.





