AS Umumkan Darurat Kelistrikan Usai Gelombang Panas Ekstrem di Sebagian Wilayah

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan status darurat kelistrikan di wilayah tenggara AS setelah para ahli prediksi cuaca memperingatkan gelombang panas berbahaya yang diperkirakan akan membebani jaringan listrik di sepanjang pantai timur negara tersebut.

Perintah darurat yang dikeluarkan Departemen Energi AS pada Kamis (11/6) mengizinkan Duke Energy Corp mengoperasikan pembangkit listrik pada kapasitas maksimum dan melampaui batas emisi polusi udara tertentu sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi listrik.

Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi lonjakan permintaan di North Carolina dan South Carolina. Perintah ini berlaku hingga Jumat (12/6) malam.

“Perintah ini akan mengurangi risiko pemadaman listrik yang tidak perlu akibat proyeksi beban listrik yang sangat tinggi dan suhu panas ekstrem di seluruh kawasan,” kata Departemen Energi AS dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Bloomberg.

Permintaan penerbitan perintah darurat tersebut diajukan oleh Duke Energy pada Kamis (11/6).

Perusahaan itu memperkirakan permintaan listrik akan meningkat secara tidak biasa karena suhu diperkirakan mencapai hingga 101 derajat Fahrenheit atau sekitar 56 derajat Celsius di beberapa wilayah Carolina.

Kondisi tersebut terjadi di tengah kekeringan parah yang melanda kawasan itu.

Perusahaan utilitas tersebut juga menyatakan kekhawatiran bahwa mereka mungkin tidak memiliki kapasitas pembangkitan listrik yang memadai akibat pembatasan dalam izin lingkungan dan berbagai kondisi lainnya.

Badan Cuaca Nasional AS pun memperingatkan gelombang panas akan membentang dari South Carolina hingga Maine hingga Jumat (12/6).

Harga listrik real-time pada jaringan yang dioperasikan PJM Interconnection LLC, yang mencakup Distrik Columbia dan 13 negara bagian dari Illinois hingga New Jersey, melonjak di atas USD 1.300 per megawatt-jam pada Kamis (11/6) malam di tengah tingkat kelembapan yang tinggi dan cuaca panas di kawasan Mid-Atlantic.

Operator jaringan listrik New York, New York Independent System Operator (NYISO), menyatakan tengah bersiap mengaktifkan program respons darurat permintaan listrik. Sementara itu, operator jaringan listrik New England menetapkan status 'kondisi tidak normal' ketika indeks panas mendekati 100 derajat Fahrenheit di kawasan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026, UEFA Tunjuk Omar Artan Pimpin Piala Super Eropa
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Terbongkarnya Jaringan Peredaran Sabu Aceh-Jabodetabek, Oknum TNI Terancam Dipecat
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Cara agar Bangun Lebih Pagi
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dubes Indroyono bahas penguatan kerja sama perpustakaan AS-Indonesia
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
JAM Coin Resmi Diluncurkan, Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.