JAKARTA, DISWAY.ID-- Ratusan demonstran mulai memadati jalan Jendral Sudirman, Jakarta untuk menunjukan rasa kekecewaan terhadap sejumlah keputusan yang diambil oleh pemerintah.
Dalam pantauan disway.id di lokasi, sejumlah jalan mulai dari arah menuju stasiun Dukuh Atas sudah di blokade oleh pihak kepolisian.
BACA JUGA:7 Daftar Event Jakarta di GBK Akhir Pekan 13-14 Juni 2026, Ada Konser Yovie & Nuno hingga Marathon
Para demonstran juga meminta pengendara jalan yang mengarah ke Senayan untuk membunyikan klakson kendaraannya guna penolakan Bahan Bakar Minyak (BBM) naik.
Terlihat pula, ratusan massa aksi mulai dari mahasiswa, ojek online (ojol), masyarakat sekitar sampai ibu-ibu turut andil menyuarakan kegelisahan tersebut.
Salah satu demonstran ibu-ibu, Raden Roro Neno menegaskan bahwa jangan sekali kali pemerintah mempermainkan suara rakyat yang kalian emban.
BACA JUGA:Sudirman Bergemuruh, Pengendara Bunyikan Klakson Dukung Aksi Mahasiswa Demo Pemerintah
Sebab, kata Roro, unjuk rasa ini dapat memicu kembalinya tragedi 1998. Saat itu, gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dikuasai oleh rakyat.
Ditambah, lengsernya presiden Soeharto menjadi bukti kuat perlawan masyarakat tidak main-main.
"Suara rakyat adalah suara tuhan. Untuk itu, jangan kalian main-main dengan suara rakyat. Rakyat sudah marah, ini adalah awal pertama kejatuhan tragedi mei akan terulang kembali, ingat itu wahai rezaim!," tegas Roro di lokasi pada Jumat, 12 Juni 2026.
BACA JUGA:Alasan Polisi Alihkan Mahasiswa Berdemo di Bundaran HI: Cegah Kemacetan
"Kalian penghianat! Penjilat! Hancurkan Oligarki! Jangan mau kalian diinjak oleh antek asing dan asong. Kalian adalah pembunuh sebenarnya. Kalian juga pelanggar HAM sebenarnya!," tekan dia.
"Jadi, tolong tunggu tentara langit akan mengadili kalian. Hidup Rakyat Indonesia!," lanjutnya.





