PSIS Semarang-Barito Putera Berebut Tanda Tangan Eks Winger PSM Makassar dan Bali United M Rahmat

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SEMARANG — Perjalanan panjang Muhammad Rahmat bersama Bali United yang berakhir melahirkan banyak spekulasi. Selain diisukan kembali ke PSM Makassar sang pemain juga dirumorkan jadi incara PSIS Semaranh dan Barito Putera.

Setelah enam musim menjadi bagian penting kesuksesan Serdadu Tridatu, winger senior yang akrab disapa M Rahmat itu kini memasuki babak baru dalam karier profesionalnya. Status tanpa klub yang kini disandangnya langsung memunculkan satu pertanyaan besar di kalangan pecinta sepak bola nasional.

Ke mana M Rahmat akan berlabuh musim depan?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin menarik karena pemain berusia 38 tahun itu bukan sosok biasa. Meski tak lagi muda, pengalaman, kualitas, dan mental juaranya masih dianggap mampu memberikan kontribusi besar bagi banyak klub.

Karena itu, tak mengherankan jika namanya langsung masuk dalam radar sejumlah tim yang tengah menyusun kekuatan untuk musim 2026/2027.

Dua klub yang belakangan paling sering dikaitkan dengan M Rahmat adalah PSIS Semarang dan Barito Putera.

Keduanya memiliki kebutuhan berbeda, tetapi sama-sama melihat mantan pemain PSM Makassar tersebut sebagai sosok yang bisa memberikan nilai tambah bagi tim.

Bagi Barito Putera, kehadiran M Rahmat bisa menjadi bagian penting dari upaya mereka untuk segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah terdegradasi ke Liga 2.

Sementara bagi PSIS Semarang, yang juga tengah membangun proyek kebangkitan bersama Widodo Cahyono Putro, sosok M Rahmat dinilai dapat menjadi figur senior yang mampu membimbing pemain-pemain muda sekaligus menambah kualitas di lini serang.

Meski usia sudah menginjak 38 tahun, statistik M Rahmat menunjukkan bahwa dirinya belum sepenuhnya kehilangan sentuhan.

Selama enam musim membela Bali United, ia mencatatkan 147 pertandingan di berbagai kompetisi.

Dari jumlah tersebut, ia berhasil menyumbangkan 27 gol dan 10 assist, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi kontribusinya dalam kurun waktu yang panjang.

Lebih dari sekadar angka, M Rahmat juga menjadi bagian dari periode emas Bali United.

Ia ikut membantu klub asal Pulau Dewata itu meraih berbagai prestasi dan menjadi salah satu pemain yang paling dihormati oleh suporter.

Karena itulah keputusan Bali United untuk tidak memperpanjang kontraknya menghadirkan perasaan campur aduk.

Di satu sisi, klub ingin melakukan regenerasi skuad. Namun di sisi lain, mereka harus berpisah dengan salah satu pemain yang telah menjadi bagian penting perjalanan klub selama bertahun-tahun.

Kini, setelah resmi berpisah, masa depan M Rahmat menjadi bahan perbincangan hangat.

Salah satu rumor terkuat datang dari Barito Putera.

Akun Transfermarkt Indonesia di media sosial X menyebut bahwa mantan pemain Timnas Indonesia itu lebih dekat bergabung dengan klub asal Kalimantan Selatan tersebut.

Jika benar, keputusan itu cukup masuk akal.

Liga 2 mungkin menawarkan tekanan yang lebih rendah dibanding Super League, sekaligus memberi kesempatan bagi M Rahmat untuk tetap bermain reguler di penghujung kariernya.

Namun rumor tersebut tidak serta merta mengakhiri spekulasi lainnya.

Sebab di saat bersamaan, nama PSIS Semarang juga mulai dikaitkan dengan pemain yang dikenal memiliki kecepatan dan determinasi tinggi tersebut.

PSIS saat ini sedang aktif membangun skuad kompetitif untuk menghadapi Liga 2 musim depan.

Kedatangan pemain berpengalaman seperti Syahrian Abimanyu yang terus dirumorkan menunjukkan bahwa Mahesa Jenar tidak ingin sekadar menjadi peserta kompetisi.

Mereka ingin segera kembali ke Super League.

Dalam konteks itu, M Rahmat bisa menjadi tambahan yang ideal.

Ia memiliki pengalaman panjang di level tertinggi.

Ia pernah merasakan atmosfer perebutan gelar.

Dan ia memiliki karakter pekerja keras yang sesuai dengan filosofi permainan Widodo Cahyono Putro.

Meski demikian, ada satu nama lain yang terus muncul dalam setiap pembahasan mengenai masa depan M Rahmat.

PSM Makassar.

Klub yang membesarkan namanya itu sempat dirumorkan menjadi tujuan berikutnya setelah kontraknya bersama Bali United berakhir.

Rumor tersebut muncul bukan tanpa alasan.

PSM adalah rumah pertama M Rahmat.

Di klub inilah ia tumbuh, berkembang, dan menjadi salah satu winger terbaik Indonesia pada masanya.

Sebagai produk asli akademi PSM, ia mendapatkan promosi ke tim senior dan kemudian menjelma menjadi pemain penting Pasukan Ramang.

Selama membela klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu, M Rahmat mencatatkan 127 pertandingan dengan torehan 22 gol dan 15 assist.

Ia juga menjadi bagian dari skuad yang berhasil mengakhiri penantian panjang PSM terhadap trofi nasional ketika menjuarai Piala Indonesia 2019 di bawah arahan Darije Kalezic.

Momen tersebut hingga kini masih dikenang sebagai salah satu periode terbaik dalam kariernya.

Karena itulah banyak suporter berharap ia bisa kembali mengenakan seragam merah marun sebelum gantung sepatu.

Sebuah kisah pulang yang akan terasa sempurna bagi pemain yang memulai segalanya dari Makassar.

Namun hingga saat ini, belum ada indikasi kuat bahwa PSM benar-benar akan mengajukan tawaran resmi.

Fokus manajemen tampaknya masih tertuju pada proses pembentukan skuad baru bersama Darije Kalezic.

Situasi itu membuat persaingan mengarah kepada dua klub yang lebih aktif bergerak, yakni PSIS Semarang dan Barito Putera.

Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan M Rahmat.

Apakah ia memilih tantangan baru bersama klub yang berambisi promosi?

Apakah ia akan bergabung dengan proyek kebangkitan PSIS Semarang?

Atau justru ada kejutan lain yang belum terungkap?

Yang pasti, meski telah memasuki usia 38 tahun, nama Muhammad Rahmat masih memiliki daya tarik besar di bursa transfer sepak bola Indonesia.

Dan itu menjadi bukti bahwa kualitas, pengalaman, serta dedikasi yang telah ia tunjukkan selama bertahun-tahun masih sangat dihargai oleh banyak klub.

Kini, publik tinggal menunggu ke mana langkah berikutnya akan membawa salah satu winger terbaik yang pernah dimiliki PSM Makassar dan Bali United tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komplotan Maling Motor di Johar Baru Ditangkap, Satu Orang Masih Buron
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Dahsyat, 571 Rekening Tunggak Pajak Hingga Rp 70,2 Miliar
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
MILLS Dukung Smartfren Run 2026 untuk Perkuat Ekosistem Lari dan Gaya Hidup Sehat di Indonesia
• 7 jam lalupantau.com
thumb
BEM UI Turun Aksi ke Bundaran HI: Kami Sudah Tidak Percaya Demo di DPR
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Heboh Soal Ruben Onsu Mogok Kirim Uang Nafkah, Terungkap Segini Uang Bulanan Sarwendah Saat Belum Cerai
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.