Di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), peran itu tercermin pada Revita Pratiwi, karyawan Departemen Pengelolaan Pelanggan bagian Kompartemen Mitra Bisnis & Pelabuhan. Dalam 17 tahun perjalanan kariernya di Pupuk Kaltim, Revita terlibat dalam dua ruang kontribusi yang berbeda namun saling terhubung: mendukung inovasi sistem distribusi pupuk nasional dan mendampingi pembinaan generasi muda melalui Marching Band Pupuk Kaltim (MBPKT).
Baca juga: Berkat Inisiatif Keberlanjutan, Pupuk Kaltim Sukses Kelola Energi secara Efisien
"Bagi saya, lingkungan kerja yang suportif di Pupuk Kaltim menjadi privilege yang memungkinkan untuk terus berkembang melampaui zona nyaman. Dukungan manajemen dan soliditas tim memberi kepercayaan bagi saya untuk terus belajar, mengeksplorasi tantangan baru, serta mengambil peran di berbagai ruang kontribusi," ujar Revita.
Perjalanan Revita di Pupuk Kaltim dimulai pada 2008 sebagai staf Departemen Laboratorium. Lingkungan kerja tersebut menuntut ketelitian, kedisiplinan, dan kepekaan tinggi terhadap akurasi data. Fondasi tersebut kemudian membantunya menjalani berbagai peran strategis di perusahaan.
Pada 2016, Revita mendapat kepercayaan untuk bergabung dalam tim pengembangan Distribution Planning and Control System (DPCS). DPCS merupakan sistem dasbor inovatif yang memvisualisasikan kondisi stok di berbagai wilayah. Dasbor ini digunakan oleh perusahaan agar bisa lebih cepat memantau distribusi dan merespons kebutuhan pupuk di berbagai daerah.
Meski berasal dari latar belakang laboratorium, Revita dipercaya menjadi bagian dari tim proyek DPCS. Ia bertugas mengelola data, pemantauan dan pelaporan, anggaran, pengelolaan sumber daya, hingga koordinasi dengan eksternal. Tak jarang, ia juga ikut terlibat langsung dalam proses pembuatan mockup aplikasi dan pengembangan sistem yang saat itu menjadi pengalaman baru baginya.
“Distribusi pupuk ternyata sangat kompleks seperti ‘jaring laba-laba’, karena melibatkan banyak divisi dan jaringan distribusi yang sangat luas. Bagi saya yang terbiasa mengurusi ‘natrium klorida’, ini benar-benar tantangan baru. Tapi Alhamdulillah program ini bisa diselesaikan karena semua tim saling mendukung,” kata dia.
Pengembangan DPCS menjadi salah satu inovasi penting Pupuk Kaltim dalam mendukung distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran dan responsif. Inovasi DPCS ini kemudian berhasil meraih predikat tertinggi (Gold) di ajang International Convention on QC Circle pada 2019 di Jepang.
Keberhasilan itu juga membawa Revita kembali terlibat dalam pengembangan DPCS di tingkat holding, PT Pupuk Indonesia (Persero) pada 2020 dengan cakupan distribusi nasional.
Dalam proyek di Pupuk Indonesia, Revita dipercaya sebagai (Project Management Officer) PMO untuk mengorkestrasi koordinasi lintas tim dan mendukung kebutuhan sumber daya. Dengan cakupan distribusi yang jauh lebih luas dan melibatkan berbagai anak perusahaan pupuk, pengembangan sistem ini menjadi tantangan baru yang menuntut koordinasi lebih kompleks dan respons yang lebih cepat.
DPCS kini menjadi bagian penting dari transformasi digital distribusi pupuk nasional. Melalui sistem ini, Pupuk Indonesia dapat memantau pergerakan pupuk mulai dari pabrik hingga kios, pemantauan stok di daerah, pelacakan kapal distribusi, hingga monitoring pergerakan pupuk
secara real-time melalui Command Center.
Atas kontribusinya dalam pengembangan sistem digital tersebut, Revita menerima penghargaan
Women in Digital Technology dari Pupuk Indonesia pada 2022.
Peran sebagai pengelola dan penghubung berbagai elemen tidak hanya dijalankan Revita dalam pengembangan sistem distribusi pupuk. Di luar pekerjaan, kemampuan serupa juga ia jalani di Marching Band Pupuk Kaltim (MBPKT), grup musik binaan Pupuk Kaltim yang telah meraih berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional.
MBPKT sendiri merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial Pupuk Kaltim dalam pembinaan generasi muda. Didirikan sejak 1987, MBPKT kini beranggotakan sekitar 100 orang pemain inti dan cadet sekitar 300 orang yang merupakan pelajar tingkat SMP dan SMA yang berasal dari Bontang.
Dalam organisasi ini, Revita berperan sebagai sekretaris yang menjadi pendukung pengelolaan organisasi dalam penyelenggaraan program tim, penghubung antara pengurus, pelatih, anggota, hingga para orang tua. Perannya tidak hanya administratif, tetapi juga memastikan proses pembinaan dan seluruh kegiatan berjalan harmonis.
Kesibukannya di pekerjaan tak menghalangi Revita untuk tetap aktif mendampingi marching band tersebut. Baginya, keterlibatan di MBPKT bukan sekadar aktivitas organisasi, melainkan ruang untuk bertumbuh bersama generasi muda Bontang.
“Bagi saya MBPKT bukan hanya soal musik atau kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan kepercayaan diri bagi anak muda Bontang,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Revita turut mendampingi berbagai momen penting MBPKT, termasuk saat diundang tampil di Istana Negara pada 2013. Saat itu, selain mempersiapkan kebutuhan untuk keberangkatan tim dan berkoordinasi dengan Pihak Istana, ia bolak-balik membangun komunikasi dengan orang tua anggota, terutama ketika jadwal latihan intensif memunculkan kekhawatiran terhadap aktivitas belajar anak-anak yang kala itu bertepatan dengan jadwal ujian sekolah.
Untuk mengatasi hal tersebut, Revita bersama pengurus memastikan para anggota tetap mendapatkan pendampingan akademik agar aktivitas marching band tetap berjalan seimbang dengan prestasi belajar di sekolah.
Di level internasional, Revita juga terlibat dalam persiapan MBPKT ke berbagai kompetisi luar negeri, mulai dari koordinasi administrasi hingga komunikasi dengan pihak penyelenggara.
Kerja keras Revita dan pengurus lain di balik layar ini membuahkan berbagai prestasi bagi MBPKT di antaranya Juara 1 Display International Open Class yang merupakan kategori paling bergengsi di ajang Thailand International Royal’s Trophy Band Competition pada 2016.
Pada 2025, MBPKT juga berhasil menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang tampil dalam ajang bergengsi Thailand World Music Championships (TWMC).
Di ajang tersebut, MBPKT berhasil memboyong tiga gelar prestisius, yakni Juara 1 Drum Battle, Juara 1 Indoor Marching Arts Winds, serta 2nd Place Open Field Show.
MBPKT juga mencatatkan prestasi istimewa dengan meraih The Gold Level. Raihan ini mengantarkan tim naik ke kategori World Class, yang menjadi pengakuan tertinggi dalam sistem penilaian kompetisi marching band internasional.
“Pencapaian ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi bagaimana kami di Pupuk Kaltim dapat memiliki kesempatan untuk bisa ikut dalam pembinaan anak muda di Bontang,” tutup Revita.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)





