Mbak Wali Canangkan Sensus Ekonomi 2026 Kota Kediri, Dorong Data Akurat untuk Pembangunan Berkelanjutan

beritajatim.com
5 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Kota Kediri dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Jumat (12/6/2026).

Pencanangan ini menjadi langkah awal dalam mendukung pengumpulan data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran di Kota Kediri.

Dalam sambutannya, Vinanda Prameswati atau yang akrab disapa Mbak Wali menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan upaya besar pemerintah untuk memotret seluruh aktivitas ekonomi nonpertanian di Indonesia.

Mulai dari usaha mikro, toko kelontong, UMKM kuliner, industri kreatif, sektor jasa, perdagangan, hingga perusahaan besar akan menjadi bagian dari pendataan yang dilakukan secara menyeluruh.

“Melalui potret data ini pemerintah dapat menyusun kebijakan seperti apa yang tepat sasaran. Sementara bagi pelaku usaha dapat memahami peluang pasar serta meningkatkan daya saing usahanya,” jelasnya.

Penting di Tengah Transformasi Ekonomi dan Digitalisasi
Menurut Mbak Wali, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi semakin penting karena Indonesia tengah menghadapi berbagai perubahan besar dalam lanskap ekonomi.

Terdapat tiga faktor utama yang menjadi alasan pentingnya pembaruan data ekonomi nasional, yakni transformasi ekonomi dan digitalisasi usaha, perubahan struktur ekonomi global, serta kebutuhan akan data yang lengkap, mutakhir, dan berkualitas tinggi.

Ia menegaskan bahwa pengambilan keputusan pembangunan saat ini tidak lagi dapat mengandalkan data lama yang sudah tidak relevan dengan perkembangan kondisi terkini.

“Saat ini kita membutuhkan basis data yang lengkap, mutakhir, dan memiliki validitas tinggi agar setiap keputusan yang diambil benar-benar tepat sasaran. Inilah urgensi Sensus Ekonomi 2026,” ungkapnya.

Tiga Tujuan Utama Sensus Ekonomi 2026
Mbak Wali menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi. Kedua, menyediakan data karakteristik usaha. Ketiga, menyajikan informasi terkait ekonomi digital dan ekonomi lingkungan yang kini berkembang pesat.

Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun program pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengidentifikasi potensi ekonomi daerah secara lebih akurat.

Sementara bagi pelaku usaha, hasil sensus dapat dimanfaatkan untuk melihat peluang pasar, memahami kompetitor, serta menyusun strategi pengembangan usaha yang lebih efektif.

“Bagi pemerintah, data Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penting dalam mengidentifikasi potensi ekonomi, menentukan prioritas pembangunan, dan meningkatkan kualitas layanan publik,” paparnya.

Masyarakat Diminta Berpartisipasi Aktif
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas lapangan.

Ia menegaskan bahwa seluruh informasi yang diberikan akan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Setiap informasi yang diberikan merupakan kontribusi nyata untuk masa depan ekonomi Kota Kediri yang lebih baik. Mari sambut petugas sensus dengan ramah dan berikan data yang benar serta jujur,” tegasnya.

BPS Kota Kediri Siapkan 206 Petugas Lapangan
Sementara itu, Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Pelaksanaan tahun 2026 memiliki sejumlah pembaruan dibanding sensus sebelumnya. Selain memotret kondisi ekonomi rumah tangga dan usaha, pendataan juga akan digunakan untuk memperbarui berbagai data ekonomi yang menjadi referensi pembangunan daerah.

Menurut Emil, tahapan awal telah dimulai sejak 1 Mei 2026 melalui pendataan usaha menengah dan besar.

Selanjutnya, sebanyak 206 petugas lapangan akan diterjunkan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 untuk melakukan pendataan secara door to door menggunakan perangkat digital.

“Para petugas telah mendapatkan pelatihan dan nantinya melakukan pendataan menggunakan gadget, tanpa menggunakan formulir kertas seperti sebelumnya,” jelas Emil.

Ia juga memastikan seluruh petugas yang bertugas telah mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Menuju Kota Kediri yang Lebih Dinamis dan Produktif
BPS Kota Kediri menargetkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan data yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Data tersebut diharapkan menjadi referensi strategis bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan ekonomi yang lebih dinamis, produktif, dan berkelanjutan.

“Kami sangat membutuhkan dukungan semua pihak agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan sukses. Harapannya hasil sensus ini menjadi referensi terbaru dalam merancang ekonomi yang lebih dinamis dan produktif menuju Kota Kediri MAPAN,” pungkas Emil.

Kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kota Kediri turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Pj Sekretaris Daerah Endang Kartika, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Suriyadi, perwakilan Forkopimda, para kepala OPD, serta sejumlah tamu undangan lainnya. [nm/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Der Panzer Mengawali Misi, Belanda Hadapi Ancaman Jepang
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
2 Remaja Pelaku Perundungan Anak di Senen Ditetapkan Jadi ABH
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejagung Tetapkan Tersangka Ke-5 Korupsi MBG: Andri Mulyono
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Mengonsumsi Makanan Fermentasi Setiap Hari
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Roy Suryo Pertanyakan Status P21 Kasus Ijazah Jokowi: Sudah H+10, Masih Gaib!
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.