Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (12/6/2026) setelah Pakistan menyatakan Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan damai.
Melansir Market Watch, Sabtu (13/6/2026), kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 3,4% menjadi US$87,33 per barel, level penutupan terendah sejak 5 Maret.
Dalam sepekan, acuan internasional tersebut melemah 6,2% dan tercatat turun dalam tiga dari empat pekan terakhir, berdasarkan data Dow Jones Market Data.
Sementara itu, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juli yang diperdagangkan di AS turun 3,2% menjadi US$84,88 per barel, level terendah sejak 17 April. Sepanjang pekan ini, harga WTI terkoreksi 6,3%, menurut data FactSet.
Penurunan harga terjadi setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa AS dan Iran telah mencapai teks final yang telah disepakati dari sebuah perjanjian damai, dan Islamabad kini bekerja sama erat dengan kedua pihak untuk menyelesaikan langkah selanjutnya.
“Perdamaian tidak pernah sedekat ini seperti sekarang,” ujar Sharif dalam unggahannya di platform X. Namun, belum ada rincian lebih lanjut yang diumumkan.
Baca Juga
- Malaysia Lirik Rusia dan Turki untuk Diversifikasi Pasokan Minyak
- Harga Minyak Turun setelah Trump Klaim AS-Iran Capai Kesepakatan Damai
- Diversifikasi, Malaysia Pertimbangkan Impor Minyak Mentah dari Rusia dan Turki
Pernyataan pejabat senior AS pada Jumat sore turut memperkuat optimisme pasar. Pejabat yang memberikan keterangan kepada wartawan dengan syarat anonim tersebut mengatakan peluang tercapainya kesepakatan dalam beberapa hari ke depan berada di kisaran “80% hingga 85%”, meskipun negosiasi belum sepenuhnya rampung.
Sebelumnya pada Jumat, harga minyak telah melanjutkan pelemahan dari sesi Kamis menyusul laporan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency, yang menyebut rancangan kesepakatan damai akan membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut sanksi minyak terhadap Iran.
Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan nota kesepahaman dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, kemungkinan di Eropa. Dia menyebut negosiasi telah dibawa “ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan telah disetujui.”
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei dilaporkan menyatakan bahwa belum ada perjanjian damai yang difinalisasi. Media pemerintah Iran juga melaporkan lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz tidak akan langsung kembali ke level sebelum konflik.
Analis strategi investasi Raymond James Pavel Molchanov mengatakan dalam dua bulan terakhir beberapa kali terobosan tampak sudah dekat, tetapi kedua pihak belum benar-benar mencapai garis akhir.
“Namun secara umum, WTI masih bergerak dalam rentang yang terbatas sejak gencatan senjata 7 April, yakni di kisaran akhir US$80-an hingga awal US$100-an,” jelasnya seperti dilansir Market Watch.
Molchanov menambahkan, sekalipun kesepakatan AS-Iran ditandatangani bulan ini, normalisasi penuh lalu lintas di Selat Hormuz kemungkinan baru terjadi pada akhir Juli atau bahkan lebih lama.
Di sisi lain, Goldman Sachs menurunkan prospek jangka panjang harga minyak karena pasokan yang kuat dan proyeksi permintaan yang lebih rendah pada 2027. Hal tersebut disampaikan tim analis yang dipimpin Co-Head of Global Commodities Research sekaligus Head of Oil Research Daan Struyven.
Bank investasi tersebut memangkas proyeksi rata-rata harga Brent tahun depan menjadi US$80 per barel dari sebelumnya US$85 per barel. Goldman Sachs memperkirakan produksi minyak dari AS, Brasil, Guyana, Venezuela, dan Uni Emirat Arab berpotensi meningkat.
Selain itu, Goldman Sachs juga menyoroti lemahnya permintaan minyak, khususnya di China, seiring percepatan transisi menuju energi alternatif seperti kendaraan listrik.
Meski demikian, Struyven dan timnya masih memperkirakan Brent akan berada di rata-rata US$90 per barel pada kuartal IV/2026. Mereka menilai dampak gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz sejauh ini masih tertahan oleh defisit pasokan yang lebih ringan dari perkiraan.





