Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dengan tegas membantah laporan bahwa mereka telah mentransfer dana ke Iran sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri serangan terhadap negara Teluk tersebut.
Laporan tersebut muncul pada hari Jumat lalu, bahwa UEA telah mentransfer setidaknya US$3 miliar ke Iran.
Dilansir media Al Arabiya, Sabtu (13/6/2026), Kementerian Luar Negeri UEA "menegaskan bahwa tuduhan ini sepenuhnya salah dan tidak berdasar, menekankan bahwa tidak ada dana Iran yang dibekukan yang telah dicairkan, ditransfer, atau difasilitasi melalui UEA."
Kementerian tersebut juga meminta media untuk "bersikap akurat," mengandalkan sumber resmi, dan menahan diri dari menerbitkan atau menyebarkan "informasi yang tidak terverifikasi dan tuduhan yang tidak berdasar."
Sebelumnya, mengutip dua sumber regional, kantor berita Reuters melaporkan bahwa UEA telah setuju untuk mencairkan total US$10 miliar ke Iran. Dua sumber lain dilaporkan mengatakan kepada Reuters, bahwa total dana yang terlibat mendekati US$20 miliar.
Sebuah sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut mengatakan kepada Reuters, bahwa uang tersebut akan dicairkan, dan sebagai imbalannya, Iran akan berhenti menyerang UEA dengan rudal dan drone.
Awal pekan ini, laporan menyebutkan bahwa para pejabat Uni Emirat Arab melakukan perjalanan ke Iran setelah para pejabat Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya mengunjungi UEA untuk membahas potensi kesepakatan.
(ita/ita)





