Jakarta (ANTARA) - Vivo telah mengonfirmasi bahwa ponsel lipat barunya, Vivo X Fold 6, akan menjadi ponsel pintar pertama yang menggunakan chipset spesial Dimensity 9500 Super Edition.
Menurut siaran Gizmochina pada Jumat (12/6) waktu setempat, Vivo bersama MediaTek membangun chipset khusus untuk perangkat lipat tersebut selama hampir dua tahun.
Vivo menyampaikan bahwa Dimensity 9500 Super Edition dirancang untuk meningkatkan kemampuan multitasking, pemrosesan multi-thread, serta penggunaan banyak aplikasi secara bersamaan.
Perusahaan juga mengklaim chipset baru itu telah dioptimalkan untuk mendukung penggunaan layar besar serta menjalankan berbagai fitur kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di perangkat.
Menurut Vivo, performa pemrosesan AI chipset itu meningkat hingga 111 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sementara konsumsi dayanya berkurang sekitar 56 persen.
Dengan peningkatan tersebut, Vivo X Fold 6 mampu menjalankan fitur AI yang lebih kompleks tanpa membebani baterai secara berlebihan.
Baca juga: Desain Vivo X Fold 6 terungkap usai muncul di ajang French Open
Vivo juga memperkenalkan kemampuan suara AI baru yang diklaim dapat mempercepat proses transkripsi luring hingga tujuh kali lebih cepat serta meningkatkan akurasi pengenalan suara sampai 7 persen.
Perusahaan juga mengklaim bahwa kecepatan pembuatan ringkasan berbasis AI telah ditingkatkan sampai 57 persen, bermanfaat bagi pengguna yang sering menggunakan alat pendukung rapat berbasis AI.
Untuk tugas-tugas yang berkenaan dengan dokumen, AI File Manager telah mendapat peningkatan kemampuan pemrosesan model bahasa besar.
Vivo menyebut peringkasan teks dan respons tanya jawab berbasis AI kini sekitar 20 persen lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: Vivo X Fold 6 dikabarkan pakai baterai 7.000mAH dan kamera 200MP
Chipset Dimensity 9500 Super Edition juga mendukung mesin pemrosesan baru yang dirancang untuk fitur Atomic Workbench yang ditingkatkan.
Menurut perusahaan, dukungan itu memungkinkan beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan dengan perpindahan aplikasi dan pemindahan berkas yang lebih mulus.
Vivo X Fold 6 akan menjalankan sistem operasi OriginOS 6 Fold yang dirancang untuk menghadirkan integrasi lebih dalam antara perangkat keras dan fitur AI.
Berdasarkan laporan yang beredar sebelumnya, Vivo X Fold 6 diperkirakan menggunakan baterai berkapasitas 6.900mAh.
Perangkat itu diperkirakan dibekali tiga kamera belakang yang terdiri atas kamera utama 200 megapiksel, kamera ultrawide 50 megapiksel, dan kamera telefoto periskop 50 megapiksel.
Selain itu, sensor sidik jari kabarnya akan ditempatkan di sisi bodi untuk keamanan perangkat.
Baca juga: Xiaomi Mix Fold 5 dikabarkan pakai kamera 200MP dan baterai 6.000mAh
Baca juga: Samsung Galaxy Z Flip 8 dikabarkan akan hadir dengan dua jenis chip
Menurut siaran Gizmochina pada Jumat (12/6) waktu setempat, Vivo bersama MediaTek membangun chipset khusus untuk perangkat lipat tersebut selama hampir dua tahun.
Vivo menyampaikan bahwa Dimensity 9500 Super Edition dirancang untuk meningkatkan kemampuan multitasking, pemrosesan multi-thread, serta penggunaan banyak aplikasi secara bersamaan.
Perusahaan juga mengklaim chipset baru itu telah dioptimalkan untuk mendukung penggunaan layar besar serta menjalankan berbagai fitur kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di perangkat.
Menurut Vivo, performa pemrosesan AI chipset itu meningkat hingga 111 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sementara konsumsi dayanya berkurang sekitar 56 persen.
Dengan peningkatan tersebut, Vivo X Fold 6 mampu menjalankan fitur AI yang lebih kompleks tanpa membebani baterai secara berlebihan.
Baca juga: Desain Vivo X Fold 6 terungkap usai muncul di ajang French Open
Vivo juga memperkenalkan kemampuan suara AI baru yang diklaim dapat mempercepat proses transkripsi luring hingga tujuh kali lebih cepat serta meningkatkan akurasi pengenalan suara sampai 7 persen.
Perusahaan juga mengklaim bahwa kecepatan pembuatan ringkasan berbasis AI telah ditingkatkan sampai 57 persen, bermanfaat bagi pengguna yang sering menggunakan alat pendukung rapat berbasis AI.
Untuk tugas-tugas yang berkenaan dengan dokumen, AI File Manager telah mendapat peningkatan kemampuan pemrosesan model bahasa besar.
Vivo menyebut peringkasan teks dan respons tanya jawab berbasis AI kini sekitar 20 persen lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: Vivo X Fold 6 dikabarkan pakai baterai 7.000mAH dan kamera 200MP
Chipset Dimensity 9500 Super Edition juga mendukung mesin pemrosesan baru yang dirancang untuk fitur Atomic Workbench yang ditingkatkan.
Menurut perusahaan, dukungan itu memungkinkan beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan dengan perpindahan aplikasi dan pemindahan berkas yang lebih mulus.
Vivo X Fold 6 akan menjalankan sistem operasi OriginOS 6 Fold yang dirancang untuk menghadirkan integrasi lebih dalam antara perangkat keras dan fitur AI.
Berdasarkan laporan yang beredar sebelumnya, Vivo X Fold 6 diperkirakan menggunakan baterai berkapasitas 6.900mAh.
Perangkat itu diperkirakan dibekali tiga kamera belakang yang terdiri atas kamera utama 200 megapiksel, kamera ultrawide 50 megapiksel, dan kamera telefoto periskop 50 megapiksel.
Selain itu, sensor sidik jari kabarnya akan ditempatkan di sisi bodi untuk keamanan perangkat.
Baca juga: Xiaomi Mix Fold 5 dikabarkan pakai kamera 200MP dan baterai 6.000mAh
Baca juga: Samsung Galaxy Z Flip 8 dikabarkan akan hadir dengan dua jenis chip





