Tri Rismaharini Menteri Sosial RI periode 2020–2024 sekaligus Wali Kota Surabaya periode 2010–2020, memberikan apresiasi terhadap Suara Surabaya Media yang dinilainya memiliki peran besar dalam mendukung tata kelola dan keteraturan Kota Pahlawan.
Apresiasi tersebut disampaikan Risma saat berkunjung ke kantor Suara Surabaya Media pada Sabtu (13/6/2026), sekaligus turut merayakan 43 tahun Suara Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Risma menilai Suara Surabaya bukan sekadar media penyampai informasi, melainkan juga bagian penting dari ekosistem komunikasi publik yang membantu pemerintah kota dalam menerima masukan langsung dari masyarakat.
Risma mengungkapkan kedekatannya dengan Radio Suara Surabaya telah terjalin jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Menurutnya, Suara Surabaya telah menjadi ruang interaksi publik yang konsisten menyuarakan berbagai persoalan warga.
“Saya bahkan sebelum menjadi Wali Kota Surabaya selalu ada di sini (Radio SS). Apalagi waktu Pak Tojo (Soetojo Soekomihardjo, pendiri Radio SS) masih ada. Saya selalu ada di Radio SS. Bukan hanya ketika ulang tahun, saya juga sering main ke Radio SS,” ujar Risma saat on air di Radio Suara Surabaya.
Tri Rismaharini Menteri Sosial periode 2020–2024 sekaligus Wali Kota Surabaya periode 2010-2020 ketika on air di Radio Suara Surabaya pada Sabtu (13/6/2026) sore. Foto: Wilda Aulia suarasurabaya.netRisma menegaskan, perkembangan Kota Surabaya yang kini relatif lebih tertata, tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk peran aktif Suara Surabaya Media dan partisipasi pendengarnya.
Menurutnya, informasi yang disampaikan warga melalui radio tersebut kerap menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota dalam memperbaiki layanan publik dan respons kebijakan di lapangan.
“Saya terus terang dan harus akui bahwa Surabaya, dibandingkan sebelumnya, relatif tertata berkat Radio Suara Surabaya, dan tentunya di-support oleh pendengar. Jadi itu yang memberikan masukan kepada kami untuk terus introspeksi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” kata Risma.
Dia menilai model komunikasi berbasis partisipasi warga yang dibangun Suara Surabaya menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung tata kota yang lebih responsif.
Informasi yang disampaikan masyarakat, menurutnya, tidak hanya menjadi laporan, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang efektif.
“Surabaya beruntung punya Radio Suara Surabaya. Sebab koreksi itu bisa langsung akses ke pemerintah kota,” ujarnya.
Dalam momen tersebut, Risma juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Suara Surabaya Media serta apresiasi kepada para pendengar yang aktif berkontribusi dalam penyampaian informasi publik.
Ia menilai peran pendengar sangat penting, tidak hanya sebagai penyampai informasi kepada pemerintah, tetapi juga sebagai pihak yang membantu warga lain dalam mengantisipasi berbagai situasi di lapangan.
“Terima kasih semuanya karena sampai dengan hari ini masih memberikan sumbangsihnya, terutama melalui para pendengar. Informasi dan masukan itu membuat warga lain bisa mengantisipasi jika terjadi sesuatu,” kata Risma. (saf/faz)




