JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menilai gelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia berjalan dengan sehat.
Menurut Anis, aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi dan menjadi bagian dari kehidupan demokrasi.
Baca juga: Polisi: Bundaran HI Tak Diizinkan untuk Lokasi Demonstrasi
"Yang pertama, kita harus mempersepsi terlebih dahulu bahwa aksi-aksi mahasiswa ini menunjukkan demokrasi kita sehat. Artinya ada ruang untuk berekspresi secara bebas yang dijamin oleh konstitusi kita," kata Anis ditemui di kawasan Petojo, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026).
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) itu menegaskan, keberadaan demonstrasi tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan. Sebaliknya, aksi tersebut menjadi indikator bahwa ruang partisipasi publik masih terbuka.
Baca juga: 28 Tahun Lalu Soeharto Nyatakan Mundur Setelah Aksi Demonstrasi Bertahan 10 Hari
"Jadi, saya tidak melihat ada sesuatu yang perlu kita khawatirkan," ujarnya.
Anis juga menilai hubungan antara negara dan masyarakat sipil selama ini berlangsung harmonis. Meski demikian, ia mengakui selalu ada ketidakpuasan masyarakat terhadap capaian pemerintah.
Menurut dia, kritik dan tuntutan yang disampaikan mahasiswa justru dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja.
Baca juga: Pemprov DKI Pastikan CCTV Tidak Mati Saat Demo Mahasiswa di Bundaran HI
"Dengan memberikan ruang bagi teman-teman mahasiswa seperti sekarang ini, ini juga insyaallah akan memicu pemerintah untuk bekerja lebih baik," lanjut dia.
Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang turun ke jalan menyampaikan aspirasi. Menurut dia, para mahasiswa secara umum dapat dipandang sebagai representasi suara publik terkait berbagai persoalan yang mereka soroti.
"Kita tentu mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang mungkin saja secara umum bisa kita katakan mewakili suara publik atau suara rakyat di Indonesia untuk hal-hal yang mereka tuntut," tutur Anis.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menilai sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak tepat sasaran.
Baca juga: TNI Buka Suara soal Kehadiran Saat Demo Mahasiswa, Sebut Hanya Bantu Polisi
Mahasiswa membawa lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan mendesak Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




