Badung, Bali (ANTARA) - Kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan DANA berhasil mengumpulkan 317,3 kilogram sampah dalam kegiatan konservasi pesisir di Pantai Petitenget, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.
Kegiatan bertajuk "Turn the Tide: Waste to Waves, Langkah Kecil yang Terkumpul, Akan Membawa Gelombang Perubahan" yang melibatkan lebih dari 500 peserta tersebut, menjadi bagian dari rangkaian pra-acara Ocean Impact Summit (OIS) 2026 dalam rangka memperingati World Ocean Day dan Coral Triangle Day yang jatuh pada Juni.
Aksi ini juga mendukung agenda Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) yang menempatkan penanganan sampah laut dan pengelolaan limbah pesisir sebagai prioritas.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara M menilai kolaborasi tersebut, langkah strategis meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian laut Indonesia.
Dia menjelaskan KKP saat ini juga menjalankan program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah) sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan sampah guna menjaga kualitas ekosistem pesisir dan laut.
“Kami mengapresiasi komitmen DANA terhadap isu keberlanjutan. Ke depan, kami berharap DANA dapat memperluas kontribusinya dalam mendukung pelestarian bahari Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan tujuan bersama tersebut demi masa depan laut Indonesia yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Dengan melibatkan komunitas lokal, kalangan akademisi, masyarakat setempat, serta karyawan DANA, kegiatan bersih pantai ini wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung implementasi ekonomi biru di Indonesia.
Baca juga: 1.200 siswa bersihkan pantai pada Hari Peduli Sampah Nasional
Director of Communications DANA Indonesia Olavina Harahap mengatakan teknologi memiliki peran penting mendorong gaya hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Kami percaya teknologi memiliki peran penting dalam mendukung gaya hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Namun, setiap inovasi yang dilakukan harus berjalan beriringan dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan dan masa depan bersama, sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan target blue economy di tanah air,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan deklarasi dan penandatanganan komitmen zero waste untuk mewujudkan kawasan bebas sampah di Pantai Petitenget.
Komitmen tersebut ditandatangani oleh perwakilan pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, pengelola sampah, hingga pelaku ekonomi sirkular sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan pesisir.
Selain aksi bersih pantai, DANA kembali menggaungkan program edukasi Ocean Buddy, suatu permainan interaktif dalam aplikasi DANA yang mengajak pengguna berpartisipasi dalam konservasi laut, khususnya perlindungan hiu paus di Indonesia.
Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, program tersebut telah digunakan oleh lebih dari 13 juta pengguna.
Ocean Impact Summit merupakan forum yang mempertemukan pemimpin, investor, dan pelaku industri global guna mendorong pengembangan ekonomi biru melalui kolaborasi, inovasi, dan solusi berkelanjutan.
Forum ini bertujuan memperkuat kebijakan, investasi, serta kemitraan lintas sektor untuk mendukung target iklim global dan agenda UN Decade of Ocean Science.
Baca juga: Polda Bali bersihkan pantai tindaklanjuti arahan Presiden Prabowo
Baca juga: Paguyuban Instansi Vertikal-BUMN Sumbar bersihkan sampah Pantai Padang
Kegiatan bertajuk "Turn the Tide: Waste to Waves, Langkah Kecil yang Terkumpul, Akan Membawa Gelombang Perubahan" yang melibatkan lebih dari 500 peserta tersebut, menjadi bagian dari rangkaian pra-acara Ocean Impact Summit (OIS) 2026 dalam rangka memperingati World Ocean Day dan Coral Triangle Day yang jatuh pada Juni.
Aksi ini juga mendukung agenda Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) yang menempatkan penanganan sampah laut dan pengelolaan limbah pesisir sebagai prioritas.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara M menilai kolaborasi tersebut, langkah strategis meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian laut Indonesia.
Dia menjelaskan KKP saat ini juga menjalankan program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah) sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan sampah guna menjaga kualitas ekosistem pesisir dan laut.
“Kami mengapresiasi komitmen DANA terhadap isu keberlanjutan. Ke depan, kami berharap DANA dapat memperluas kontribusinya dalam mendukung pelestarian bahari Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan tujuan bersama tersebut demi masa depan laut Indonesia yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Dengan melibatkan komunitas lokal, kalangan akademisi, masyarakat setempat, serta karyawan DANA, kegiatan bersih pantai ini wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung implementasi ekonomi biru di Indonesia.
Baca juga: 1.200 siswa bersihkan pantai pada Hari Peduli Sampah Nasional
Director of Communications DANA Indonesia Olavina Harahap mengatakan teknologi memiliki peran penting mendorong gaya hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Kami percaya teknologi memiliki peran penting dalam mendukung gaya hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Namun, setiap inovasi yang dilakukan harus berjalan beriringan dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan dan masa depan bersama, sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan target blue economy di tanah air,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan deklarasi dan penandatanganan komitmen zero waste untuk mewujudkan kawasan bebas sampah di Pantai Petitenget.
Komitmen tersebut ditandatangani oleh perwakilan pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, pengelola sampah, hingga pelaku ekonomi sirkular sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan pesisir.
Selain aksi bersih pantai, DANA kembali menggaungkan program edukasi Ocean Buddy, suatu permainan interaktif dalam aplikasi DANA yang mengajak pengguna berpartisipasi dalam konservasi laut, khususnya perlindungan hiu paus di Indonesia.
Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, program tersebut telah digunakan oleh lebih dari 13 juta pengguna.
Ocean Impact Summit merupakan forum yang mempertemukan pemimpin, investor, dan pelaku industri global guna mendorong pengembangan ekonomi biru melalui kolaborasi, inovasi, dan solusi berkelanjutan.
Forum ini bertujuan memperkuat kebijakan, investasi, serta kemitraan lintas sektor untuk mendukung target iklim global dan agenda UN Decade of Ocean Science.
Baca juga: Polda Bali bersihkan pantai tindaklanjuti arahan Presiden Prabowo
Baca juga: Paguyuban Instansi Vertikal-BUMN Sumbar bersihkan sampah Pantai Padang





