Badung, VIVA – Hari pertama Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026 di Pantai Jimbaran, Bali, menjadi panggung dominasi atlet-atlet China dan Vietnam. Kedua negara sukses menguasai podium nomor 5 kilometer putra maupun putri yang digelar Sabtu, 13 Juni 2026.
China tampil sebagai kekuatan utama setelah merebut dua medali emas dari nomor putra dan putri. Sementara Vietnam membayangi dengan sejumlah atletnya yang berhasil mengamankan posisi podium.
Pada nomor 5 kilometer putri, perenang China Wu Shutong tampil sebagai yang tercepat setelah menyentuh garis finis dengan catatan waktu 1 jam 2 menit 7,6 detik. Ia unggul tipis atas rekan senegaranya, Chen Yijin, yang harus puas membawa pulang medali perak.
Satu tempat di podium lainnya menjadi milik atlet Vietnam, Vo Thi My Tien, yang finis ketiga dengan waktu 1 jam 2 menit 20 detik.
Usai perlombaan, Wu mengakui kondisi alam menjadi tantangan tersendiri selama berlaga di perairan Jimbaran.
"Angin menjadi tantangan tapi saya bisa mengatasinya dan pemandangan pantai juga bagus," kata Wu.
Sementara itu, harapan Indonesia di nomor putri belum mampu berbicara banyak. Gusti Ayu Made Nadya Saraswati harus mengakhiri lomba di posisi ke-16 setelah mencatatkan waktu 1 jam 7 menit 30 detik.
Perenang berusia 19 tahun asal Bali tersebut mengungkapkan bahwa ombak yang cukup besar serta cuaca panas menjadi hambatan utama selama perlombaan berlangsung.
“Tantangannya cukup besar ombaknya dan agak dalam. Tadi lumayan berat mau ke bui kedua dan ketiga dan kebetulan cuaca panas jadi agak silau,” ujarnya.
Meski gagal menembus jajaran teratas, Nadya menilai keikutsertaannya di ajang level Asia ini menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan bersaing di kompetisi internasional.
Dominasi China kembali berlanjut pada nomor 5 kilometer putra. Tianchen Lan sukses menyabet medali emas dengan catatan waktu 56 menit 57 detik.
Menariknya, posisi kedua dan ketiga kembali ditempati wakil Vietnam. Huy Hoang Nguyen merebut medali perak dengan waktu 57 menit 4,1 detik, sedangkan Tran Tuan Anh Mai mengamankan perunggu setelah finis hanya terpaut sepersekian detik dengan catatan 57 menit 4,6 detik.
Dua wakil Indonesia di nomor putra juga belum mampu menembus persaingan papan atas. Moch Akbar Putra Taufik finis di posisi ke-18 dengan waktu 1 jam 1 menit 51,9 detik, sedangkan Sang Arka Ning Jaladri Prawatya berada di urutan ke-23 setelah mencatatkan waktu 1 jam 2 menit 55,5 detik.





