Perumda Pasar Jaya buka suara usai insiden eskalator di Pasar Tanah Abang Blok B eror. Pasar Jaya menyebut saat kejadian eskalator kelebihan kapasitas penumpang.
"Perumda Pasar Jaya memastikan bahwa insiden berhentinya salah satu unit eskalator di Pasar Tanah Abang Blok B bukan disebabkan oleh kerusakan mesin atau kegagalan fungsi peralatan, melainkan akibat aktifnya sistem pengaman otomatis yang bekerja sesuai standar keselamatan," demikian keterangan tertulis dari Pasar Jaya, Minggu (14/6/2026).
"Berdasarkan hasil penanganan dan pemeriksaan di lapangan, Perumda Pasar Jaya juga memastikan bahwa tidak terdapat korban luka dalam peristiwa tersebut," imbuhnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis yang dilakukan Pasar Jaya, eskalator dalam kondisi operasional normal sebelum terjadi lonjakan kepadatan pengunjung yang menggunakan fasilitas tersebut secara bersamaan. Tingginya jumlah pengguna dalam satu waktu menyebabkan beban pada eskalator melebihi kapasitas yang telah ditetapkan.
"Kondisi kelebihan beban tersebut langsung terdeteksi oleh sensor keselamatan yang terintegrasi pada sistem eskalator. Sebagai mekanisme perlindungan, sistem secara otomatis mengaktifkan rem darurat sehingga unit berhenti beroperasi untuk mencegah risiko kerusakan maupun potensi kecelakaan," ujar dia.
Pasar Jaya mengatakan aktivasi sistem pengaman tersebut merupakan bagian dari fitur keselamatan. Ini dirancang untuk menjaga keamanan pengguna serta melindungi komponen mekanis eskalator dari tekanan berlebih.
"Dengan berfungsinya sistem tersebut, potensi risiko yang lebih besar dapat dihindari dan tidak terdapat korban maupun pengunjung yang mengalami luka dalam insiden tersebut," ucapnya.
Pasar Jaya mengatakan bahwa sebagai respons saat kejadian, petugas operasional dan keamanan Pasar Tanah Abang Blok B segera melakukan pengamanan area serta mengarahkan pengunjung untuk menggunakan sarana alternatif berupa tangga dan lift. Tim teknisi juga langsung melakukan inspeksi menyeluruh terhadap unit eskalator guna memastikan seluruh komponen mekanis berada dalam kondisi baik serta melakukan reset pada sistem sensor overload.
"Perumda Pasar Jaya terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan fasilitas publik di seluruh area pasar yang dikelola. Pemeriksaan, pemeliharaan, dan pengujian berkala terhadap fasilitas pendukung, termasuk eskalator dan lift, dilakukan secara rutin guna memastikan seluruh sarana beroperasi sesuai standar keselamatan yang berlaku," jelasnya.
Pasar Jaya mengimbau pengunjung pasar untuk menggunakan fasilitas umum sesuai dengan kapasitas. Pasar Jaya mengatakan akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap fasilitas publik.
"Sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di Indonesia dengan tingkat kunjungan yang tinggi setiap harinya, Pasar Tanah Abang memerlukan pengelolaan fasilitas yang mengedepankan aspek keselamatan. Untuk itu, Perumda Pasar Jaya mengimbau seluruh pengunjung agar menggunakan fasilitas umum sesuai kapasitas dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama," pungkasnya.
Insiden eskalator eror ini sempat viral di media sosial (medsos). Pada video viral yang beredar tampak sudah ada seorang ibu-ibu diduga pengunjung, terduduk di ujung bagian bawah eskalator sambil ditemani sekuriti.
Beberapa pengunjung lainnya pun terlihat berkerumun menengok ibu-ibu dan sekuriti tersebut. Dalam video pun dinarasikan bahwa ada insiden eskalator eror dengan tiba-tiba berbalik arah, dari yang semula naik namun seketika menjadi turun.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo membenarkan peristiwa tersebut. Dhimas mengatakan, insiden tersebut terjadi siang tadi sekira pukul 11.00 WIB di Pasar Tanah Abang blok B.
"Kejadian sekitar jam 11.00 WIB," ujar Dhimas kepada detikcom saat dihubungi, Sabtu (13/6).
Dhimas mengatakan dugaan penyebab erornya eskalator tersebut terdapat kendala pada bagian karet.
"Permasalahan di karet eskalator," jelas Dhimas.
(lir/idn)





