IPIM Sulsel Kumpulkan Tokoh Nasional, Bahas Masa Depan Peran Masjid di Al-Markaz

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumpulkan tokoh Nasional. Dalam rangka Seminar Nasional dan Istighotsah.

Kegiatan digelar di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Minggu (14/6/2026). Menghadirkan sejumlah narasumber nasional. Membahas penguatan peran masjid dalam menjawab berbagai tantangan sosial, keagamaan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.

Seminar yang diikuti para imam masjid, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat umum ini menjadi ruang diskusi mengenai penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pembangunan peradaban.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menegaskan bahwa masjid tidak boleh hanya dipahami sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual semata.

Menurutnya, perangkat masjid harus proaktif membimbing jamaah untuk memahami, memaknai, dan mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

“Masjid bukan hanya memfasilitasi umat dalam ibadah mahdhah, tetapi juga harus menjadi ruang yang menumbuhkan sikap toleran, inklusif, dan moderat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Abu Rokhmad menilai peran imam dan pengurus masjid sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Karena itu, penguatan kapasitas imam dan perangkat masjid perlu terus dilakukan agar mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

Sementara itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.A., mengangkat isu ekoteologi sebagai salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari umat beragama.

Ia menjelaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di muka bumi yang berkewajiban menjaga keseimbangan alam.
“Dari masjid kita bisa memulai gerakan ekoteologi melalui ibadah ekologis. Nilai-nilai agama memiliki kekuatan besar untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup,” katanya.

Menurut Ahmad Zayadi, menjaga kelestarian alam bukan hanya menjadi kebutuhan saat ini, tetapi juga bentuk tanggung jawab kepada generasi yang akan datang.

Selain membahas moderasi beragama dan lingkungan hidup, seminar juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Dalam sesi tersebut, BAZNAS mendorong masjid untuk mengambil peran lebih besar dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

Masjid dinilai memiliki potensi menjadi pusat layanan keuangan mikro dan pemberdayaan ekonomi umat melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk BAZNAS.

Ketua Panitia, Dr. H. Abdul Gaffar, S.Ag., M.A., mengatakan seminar ini digelar untuk memperkuat peran imam dan masjid dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, imam masjid saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai pendidik, penggerak sosial, penjaga harmoni, dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kami berharap seminar ini dapat memperkuat kapasitas para imam dan pengurus masjid sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan masyarakat yang harmonis, moderat, peduli lingkungan, dan berdaya secara ekonomi,” ujarnya.

Seminar Nasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan IPIM Sulsel yang bertujuan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat di tengah berbagai tantangan global dan lokal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bakal Diterapkan 1 Juli 2026, Ini Hasil Uji Coba BBM Baru RI B50
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemprov Malut-BPJS Kesehatan perkuat sinergi optimalisasi program JKN
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Napak Tilas Masjid Abdullah Ibnu Abbas, Meratapi Momen Keteguhan Nabi Saat Diusir dari Thaif
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kisah Perintis UMKM di Bali, Melawan Keraguan Diri Lewat Kilau Mutiara
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Stok Beras RI Membeludak, Mentan Amran: Jangan Ada yang Mainkan Harga!
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.