Kepala Ikan Tongkol Disulap Jadi Cuan di Cilincing, Omzet Rp 120 Juta Per Bulan

kompas.com
2 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di bawah terik matahari, serpihan kepala ikan tongkol terlihat berserakan di lahan kosong persis di bawah Tol Akses Tanjung Priok, Jalan Pengasinan, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Serpihan kepala ikan tongkol itu bukan sampah yang dibuang dengan sengaja, melainkan sedang dalam proses pengolahan untuk menjadi bahan baku pakan ternak.

Usaha pengolahan limbah kepala ikan tongkol itu sudah dijalankan oleh warga Cilincing bernama Kohir (45) sejak satu tahun lalu.

Baca juga: Duka di BTN Jakim 2026, Sejumlah Peserta Pingsan dan 1 Meninggal

Bisnis ikan asin

Sebelum membuka bisnis pengolahan limbah kepala ikan tongkol, Kohir merupakan pedagang ikan asin sejak 20 tahun lalu.

Namun, tiga tahun terakhir, usaha berdagang ikan asinnya merosot drastis. Modal dan omzet yang didapatkan tidak sebanding.

Di sisi lain, ia juga mulai kewalahan membayar gaji karyawannya. Ia pun harus mencari usaha lain untuk menutupinya.

Di tengah usaha ikan asinnya yang melesu, Kohir melihat limbah kepala ikan tongkol banyak yang berserakan begitu saja di pasar.

Sampai akhirnya, Kohir berpikir untuk memanfaatkan limbah kepala ikan tersebut menjadi hal yang lebih bermanfaat.

Sebelumnya sudah ada pengolah limbah kepala ikan tongkol di Jalan Pengasinan, tetapi sudah lama berhenti beroperasi.

Oleh karena itu, Kohir berusaha mengikuti jejak pengolah tersebut untuk mengubah limbah ikan menjadi cuan.

"Cuma kebetulan karena perdagangan lagi lesu, akhirnya saya merambah mengolah limbah dari tulang kepala ikan tongkol yang sudah di-cue. Itu kita olah buat bahan baku pakan ternak," kata dia ketika ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Pemerintah Eksekusi Lahan Hotel Sultan Pekan Ini, Pontjo Sutowo Diminta Sukarela Angkat Kaki

Proses pengolahan

Limbah-limbah kepala ikan tongkol yang sudah diambil dari para pedagang di pasar, akan dibawa ke Jalan Pengasinan untuk dihancurkan terlebih dahulu.

Sebab, jika tidak dihancurkan, kepala ikan tersebut sulit untuk kering, meski sudah dijemur dalam waktu lama.

Kepala ikan tongkol itu akan dihancurkan menggunakan kayu dan langsung dijemur kurang lebih dua hari sampai benar-benar kering.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah kering, limbah kepala ikan tongkol akan disimpan terlebih dahulu di dalam gudang kayu, sebelum nantinya dikirim ke pabrik di Jawa Timur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lamine Yamal Angkat Bicara Setelah Spanyol Dikejutkan Cape Verde di Piala Dunia 2026
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Penjualan Mobil Listrik BYD Terkoreksi Mei 2026, Jaecoo hingga Chery Stabil
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Haji Khusus Bebas dari Visa Ilegal, Tak Ada Jemaah Pakai Visa Ziarah maupun Amil
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Warga Cium Bau Busuk, Polisi Temukan Mayat Pria Membusuk di Kontrakan Jaktim
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kepaka Bakom: Demokrasi Wajib Ada Dialog, Tanpa Itu Jadi Semau Gue
• 5 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.