Kepaka Bakom: Demokrasi Wajib Ada Dialog, Tanpa Itu Jadi Semau Gue

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menanggapi keras insiden pembubaran diskusi di auditorium Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berakhir ricuh. Qodari menegaskan bahwa esensi dari praktik negara demokrasi adalah mengedepankan jalur dialog, bukan pemaksaan kehendak sepihak.

Pemerintah sendiri memastikan bakal terus membuka ruang dialog dengan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya menjalankan sekaligus meningkatkan kualitas berbagai program prioritas nasional. Qodari menyayangkan langkah represif kelompok mahasiswa yang memilih membubarkan acara ketimbang bertukar gagasan secara sehat.

Advertisement

BACA JUGA: Kepala Bakom: Presiden Tidak Kunjungi Italia, Hanya Prancis

"Yang namanya demokrasi itu bisa terjadi kalau ada dialog. Kalau tidak ada dialog, hanya tuntutan, kan bukan demokrasi namanya. Itu namanya semua gue, maunya dia saja," kata Qodari, dikutip dari siaran persnya pada Rabu (17/6/2026).

Acara diskusi ilmiah tersebut sebenarnya menghadirkan jajaran pejabat teras pemerintah, yakni Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Agenda awalnya sempat berjalan lancar dan kondusif, namun di tengah acara datang sekelompok mahasiswa yang merangsek naik ke atas panggung utama sembari membentangkan spanduk penolakan hingga ruang diskusi menjadi bubar.

Qodari melihat mayoritas mahasiswa di lokasi sebenarnya merestui agenda tersebut, bahkan acara diketahui oleh otoritas kampus setempat. Oleh karena itu, ia menilai aksi interupsi sekelompok kecil massa tersebut sebagai sebuah anomali di tengah ketertiban mahasiswa lainnya. Menanggapi adanya anggapan bahwa mahasiswa merangsek karena sudah jenuh berdiskusi dan ingin langsung menuntut, Qodari menilai tindakan itu lebih didominasi oleh emosi.

"Saya kira dialog itu, ya, dijawab dengan dialog yang lain, kan tidak susah. Saya kira itu jawaban yang paling proporsional. Kalau kita bicara mengenai demokrasi dan bicara mengenai dialog," ujar Qodari menjelaskan pandangannya.

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jusuf Kalla Menegaskan Masjid Harus Memakmurkan Jamaah dan Menjadi Pusat Peradaban Umat
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Kemenpar Targetkan Kunjungan Wisman Capai 19,1 Juta pada 2027, Naik 10%
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Bursa Asia Beragam, Investor Tunggu Keputusan The Fed
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Lansia-Disabilitas Terancam Tak Dapat Bansos, Mensos Gus Ipul Minta Anggaran Ditambah Rp22,49 T
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Sustainability Report 2025 Tegaskan TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.