Peserta BTN Jakim 2026 Pingsan dan Meninggal, Kenali Tanda Bahaya Saat Maraton

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Insiden sejumlah peserta yang pingsan hingga satu pelari meninggal dunia dalam BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 menjadi pengingat penting bagi para pelari untuk mengenali tanda bahaya saat mengikuti lomba lari jarak jauh.

Praktisi kesehatan masyarakat dr Ngabila Salama mengingatkan bahwa maraton merupakan olahraga yang menyehatkan.

Namun, risiko serius dapat muncul apabila peserta memaksakan diri berlari tanpa persiapan yang cukup dan mengabaikan sinyal yang diberikan tubuh.

Baca juga: Tak Dapat Medali Lebih Baik daripada Kehilangan Nyawa

"Maraton tanpa persiapan, tanpa mengenali batas tubuh, dan tanpa memahami tanda bahaya. Tujuan utama berlari bukan mencapai garis finis, tetapi pulang ke rumah dengan selamat," kata Ngabila saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (15/6/2026).

Tanda bahaya saat maraton

Ngabila mengingatkan peserta untuk segera menghentikan aktivitas apabila mengalami gejala berikut:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas tidak wajar
  • Pusing berat
  • Pandangan gelap
  • Jantung berdebar tidak teratur
  • Kebingungan
  • Mual hebat
  • Kram seluruh tubuh

"Jangan malu keluar lintasan," ujar Ngabila.

Baca juga: 6 Penyebab Pelari Bisa Kolaps Saat Maraton, Tak Cuma Jantung

Ia menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama dibanding ambisi menyelesaikan lomba atau mengejar medali.

Mitigasi yang Perlu Disiapkan Penyelenggara

Selain kesiapan peserta, Ngabila menilai penyelenggara maraton juga harus menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko keadaan darurat di lintasan.

Beberapa mitigasi yang perlu disiapkan antara lain:

  • Skrining kesehatan peserta sebelum lomba.
  • Edukasi kepada peserta sebelum perlombaan.
  • Pos medis di beberapa titik lintasan.
  • Ambulans siaga selama kegiatan berlangsung.
  • Tenaga medis yang terlatih ACLS (Advanced Cardiac Life Support).
  • Ketersediaan AED (Automated External Defibrillator) di titik strategis.
  • Sistem komunikasi yang cepat antarpetugas.
  • Protokol khusus penanganan heat stroke.
  • Evakuasi cepat ke rumah sakit rujukan.
  • Monitoring cuaca dan indeks panas selama perlombaan.

Baca juga: Duka di BTN Jakim 2026, Sejumlah Peserta Pingsan dan 1 Meninggal

Pernyataan tersebut disampaikan setelah BTN Jakim 2026 diwarnai laporan sejumlah peserta yang kolaps di lintasan.

Bahkan, seorang pelari asal Lombok, Agus Putrandi, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat saat mengikuti lomba.

Seorang pendukung peserta lari, Roja Nur Ramadhani, mengaku sempat menyaksikan seorang pelari perempuan pingsan di Km 19 pada Minggu pagi.

Menurut dia, tim medis baru tiba sekitar 18 menit setelah peserta kehilangan kesadaran.

"Betul, sudah lewat 18 menit medisnya belum datang juga. Padahal ada dua marshal panitia yang seperti kebingungan juga," ujar Roja.

Sementara itu, Vice Medical Director BTN Jakim 2026 Fauzan Nanggadita mengatakan tim medis telah ditempatkan di berbagai titik strategis sepanjang lintasan sesuai standar penyelenggaraan lomba lari.

Baca juga: Lalu Lintas di Sekitar GBK Jakpus Macet Usai BTN JAKIM 2026

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Cuaca yang semakin panas selama perlombaan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas atau heat-related illness pada peserta.

Meski demikian, memastikan tim medis tetap menjalankan prosedur kegawatdaruratan yang berlaku selama kegiatan berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hak Siar Piala Dunia TVRI dan Reformasi Penyiaran Publik
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Mahal Belum Tentu Terbaik, Begini Tips Pilih Buah yang Bagus untuk Kesehatan
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Minta Menteri Rosan Buka Data Investasi ke Publik
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Poros Riyadh-Istanbul, Membangun Rel Baja dan Kemandirian Strategis Dunia Islam
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sekolah Tidak Pernah Cukup: Bimbel, Kecemasan, dan Siapa yang Diuntungkan
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.