Bisnis.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya menerjunkan 6.675 personel gabungan dari Polri dan TNI untuk mengawal aksi demo di DPR, Monas, Bundaran HI, hingga kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (15/6/2026).
Ribuan personel tersebut terdiri dari 6.165 personel Polri, 500 personel TNI, dan 10 personel Dinas Perhubungan yang akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
“Polda Metro Jaya telah menyiapkan 6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, Senin (15/6/2026).
Dia mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan unjuk rasa berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurutnya, diperkirakan kegiatan demonstrasi berlangsung di beberapa lokasi dengan konsentrasi massa terbesar berada di depan Gedung DPR/MPR RI. Selain itu, massa juga direncanakan berkumpul di kawasan Bundaran HI, Silang Monas Selatan, dan Gedung BGN RI.
Budi telah menyampaikan kepada seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam melakukan pengamanan.
Baca Juga
- Unsur Masyarakat Sipil Surabaya Gelar Demonstrasi di Depan Grahadi, Ini Tuntutannya
- TB Hasanuddin Kritik Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
- Komdigi Bantah Sengaja Bikin IG hingga FB Down saat Demo Mahasiswa
“Personel yang bertugas mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, mematuhi aturan yang berlaku, serta menjaga ketertiban dan keselamatan bersama,” ujarnya.
Selain pengamanan, petugas juga akan melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terdampak kegiatan. Rekayasa arus lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Polda Metro Jaya juga mengimbau peserta aksi agar tidak mudah terprovokasi, tidak membawa benda-benda berbahaya, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Peserta aksi juga diminta menjaga fasilitas umum, menghormati hak pengguna jalan lainnya, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami berharap seluruh peserta aksi dapat menyampaikan pendapat secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Mari bersama-sama menjaga suasana Jakarta tetap aman dan kondusif,” imbaunya.
Masyarakat juga diminta menyesuaikan rute perjalanan jika hendak melintasi kawasan DPR/MPR RI, Monas, Bundaran HI, Semanggi, dan Gedung BGN RI untuk menghindari kepadatan lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Pihaknya juga menyediakan layanan darurat 110 jika menemukan potensi gangguan.





