Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.
Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen di Jayapura, Senin, mengatakan bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang sedang menghadapi masa pemulihan pascakejadian.
Baca juga: Korban ledakan bom peninggalan PD II di Biak bertambah jadi enam orang
"Pada Sabtu (13/6), kami melakukan kunjungan ke warga yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, dimana Pemprov Papua melihat langsung kondisi tersebut agar dilakukan langkah-langkah selanjutnya," katanya.
Menurut Aryoko, bantuan yang diberikan terdiri atas 60 karung beras ukuran 10 kilogram, 90 kilogram gula pasir, 60 karton mi instan, serta 90 liter minyak goreng.
"Seluruh bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua dan diterima oleh perwakilan masyarakat terdampak," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya menyampaikan rasa duka cita atas peristiwa yang menimpa warga Biak Numfor dan berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi tersebut.
"Kami juga bakal terus memastikan kebutuhan dasar warga menjadi perhatian utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap," katanya.
Baca juga: Tim Labfor Polda Papua selidiki jenis bahan peledak kasus bom di Biak
Baca juga: Kapolres: Tim SAR gabungan cari korban ledakan bom PD II di Biak
Dia menambahkan untuk itu pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan moril maupun material kepada masyarakat yang terkena musibah, sehingga bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama proses pemulihan berlangsung.
“Pemerintah Provinsi Papua akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat menghadapi situasi darurat dan bencana. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.
Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen di Jayapura, Senin, mengatakan bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang sedang menghadapi masa pemulihan pascakejadian.
Baca juga: Korban ledakan bom peninggalan PD II di Biak bertambah jadi enam orang
"Pada Sabtu (13/6), kami melakukan kunjungan ke warga yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, dimana Pemprov Papua melihat langsung kondisi tersebut agar dilakukan langkah-langkah selanjutnya," katanya.
Menurut Aryoko, bantuan yang diberikan terdiri atas 60 karung beras ukuran 10 kilogram, 90 kilogram gula pasir, 60 karton mi instan, serta 90 liter minyak goreng.
"Seluruh bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua dan diterima oleh perwakilan masyarakat terdampak," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya menyampaikan rasa duka cita atas peristiwa yang menimpa warga Biak Numfor dan berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi tersebut.
"Kami juga bakal terus memastikan kebutuhan dasar warga menjadi perhatian utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap," katanya.
Baca juga: Tim Labfor Polda Papua selidiki jenis bahan peledak kasus bom di Biak
Baca juga: Kapolres: Tim SAR gabungan cari korban ledakan bom PD II di Biak
Dia menambahkan untuk itu pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan moril maupun material kepada masyarakat yang terkena musibah, sehingga bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama proses pemulihan berlangsung.
“Pemerintah Provinsi Papua akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat menghadapi situasi darurat dan bencana. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.





