JAKARTA, DISWAY.ID-- Peran perempuan semakin diakui sebagai motor penggerak ekonomi restoratif di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui kolaborasi lintas sektor, perempuan tidak hanya berkontribusi pada ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi kunci dalam pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas.
BACA JUGA:5 Amalan Tahun Baru Islam 1448 H/2026 yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Umat Muslim Wajib Tahu!
Hal ini tercermin dalam pameran Weaving Wonders,!Dari Benang Tenun dan Lahan Semai Menuju Kekuatan Ekonomi yang digelar di Tugu Kunstkring, Jakarta, pada 13–27 Juni 2026.
Pameran ini menampilkan kekayaan budaya NTT mulai dari tenun tradisional, kuliner lokal, hingga rumah adat, sekaligus membuka ruang diskusi dan jejaring.
Inisiator kegiatan, Yori Antar dari Yayasan Uma Nusantara, mengatakan pameran ini sebagai wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, hingga organisasi masyarakat sipil.
Tujuannya adalah memperkuat kebijakan dan kemitraan dalam mendukung perempuan sebagai pelaku ekonomi yang tangguh dan inklusif.
BACA JUGA:Ramadhipa Menang di Moto3 Junior 2026 Estoril, Langsung Peringkat 2 di Klasemen
Sejumlah tantangan masih dihadapi, termasuk keterbatasan investasi dan dukungan regulasi.
Berdasarkan laporan Celios 2024, "Indonesia membutuhkan hingga Rp892 triliun untuk mengembangkan ekonomi restoratif hingga 2045. Karena itu, kolaborasi multipihak menjadi krusial," ujar Yori, di jakarta, Minggu, 15 Juni 2026.
Di NTT sendiri, kondisi sosial ekonomi masih menjadi perhatian. Tingkat kemiskinan mencapai 17,5 persen, sementara prevalensi stunting berada di angka 31,4 persen.
Persoalan lain seperti kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan manusia juga masih terjadi.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menegaskan bahwa berbagai persoalan tersebut saling berkaitan dan berakar pada ekonomi. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan menjadi solusi strategis.
BACA JUGA:IHSG Melonjak 5,03 Persen di Sesi I, Rupiah Menguat Jadi Pendorong Utama Pasar
Program seperti Kebun Pangan Perempuan dan agroforestri bambu terbukti mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan keluarga.
- 1
- 2
- »





