JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya menegaskan petugas pengamanan yang mengawal massa aksi mahasiswa bukanlah musuh, melainkan mitra dan partner.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Mulanya ia memastikan pelayanan pengamanan massa aksi yang dilakukan pihaknya di sejumlah titik di Jakarta pada hari ini, Senin (15/6/2026), dilaksanakan secara humanis.
"Tadi kita sama-sama mendengarkan ada 18 direktif Bapak Kapolda Metro Jaya, di mana intinya adalah petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan harus sabar, humanis, dan tidak terprovokasi," kata Budi, Senin, dipantau dari Breaking News KompasTV.
"Disampaikan dalam direktif tersebut tidak ada penggunaan senjata api. Ini ditegaskan oleh Bapak Kapolda Metro Jaya tadi disampaikan pada saat apel secara bersama yang didengar oleh rekan-rekan sekalian."
Baca Juga: BEM UI Bantah Polda Metro Jaya Soal Belum Kirim Surat Pemberitahuan Aksi di Bundaran HI
Menurut penjelasannya, prioritas utama Polda Metro Jaya dalam melaksanakan pelayanan pengamanan, yakni menjamin ruang penyampaian aspirasi masyarakat berjalan baik.
"Kami menghimbau kepada seluruh peserta aksi untuk sama-sama menjaga ketertiban umum, menjaga fasilitas umum. Dan ketahui bahwa aspirasi yang rekan-rekan sampaikan akan kami kawal dengan baik," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa petugas pengamanan bukanlah musuh, melainkan mitra dan partner bagi para massa aksi, guna memastikan situasi tetap aman, damai, dan terkendali.
"Dan kami yang melakukan pelayanan pengamanan ini bukan musuh dari rekan-rekan, kita adalah partner, kita adalah mitra," tegas Budi.
"Nah ini kami sampaikan bahwa komitmen Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya untuk mengawal peserta pelaksanaan aksi ini berjalan aman, damai, dan dapat dikendalikan."
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- polda metro jaya
- demo di jakarta
- polisi
- massa aksi
- demo
- mahasiswa





