Menjemur Harapan di Bawah Kolong Tol, Saat Cuaca Tentukan Nasib Limbah Kepala Ikan Tongkol

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika matahari tengah benar-benar menampakan dirinya, beberapa warga terlihat sibuk berkegiatan dengan kayu setinggi 1,5 meter di bawah kolong Tol Akses Tanjung Priok, Jalan Pengasinan, Kalibaru, Jakarta Utara.

Kayu itu digunakan untuk menumbuk atau menghancurkan limbah kepala ikan tongkol yang menjadi sumber mata pencaharian mereka sehari-hari.

Salah satunya adalah warga bernama Carisa (50) yang sudah empat tahun bekerja sebagai penjemur limbah kepala ikan tongkol.

Ia dibayar oleh pemilik usaha pengolah limbah ikan tongkol bernama Kohir (45), sebesar Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per harinya.

Baca juga: Ubah Sampah Jadi Harapan, Kala Kepala Ikan Tongkol Jadi Peluang Kerja

Ia bertugas untuk mengeringkan limbah-limbah kepala ikan tongkol itu agar kadar airnya benar-benar hilang.

Sebab, limbah kepala ikan tongkol tersebut akan dikirim ke pabrik di Jawa Tengah untuk diolah menjadi bahan baku pakan ternak.

Cuaca jadi tantangan

Namun, menjalani pekerjaan sebagai penjemur kepala ikan tongkol tentu saja tak semudah yang dibayangkan.

Meski tugasnya terlihat sederhana, Carisa dan tiga pekerja lain kerap menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah ketika musim hujan.

Baca juga: Kepala Ikan Tongkol Disulap Jadi Cuan di Cilincing, Omzet Rp 120 Juta Per Bulan

"Dukanya kalau musim hujan jadi kewalahan, biasanya cuma satu dua kali dijemur, ini harus diangkat empat sampai lima kali jadi ekstra tenaganya," ungkapnya ketika ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (12/6/2026).

Ia mengatakan, kepala tongkol yang terkena hujan harus dijemur ulang, karena jika tidak akan busuk dan membau.

Biasanya, apabila cuaca sedang cerah, proses pengeringan itu hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari.

Namun, apabila musim hujan maka limbah kepala ikan tongkol tersebut baru bisa kering sekitar satu mingguan.

Baca juga: Resep Pepes Ikan Tongkol Daun Pisang, Ide Lauk Sehat Minim Minyak

Pekerja lain bernama Winata (40) juga merasakan kesulitan yang sama ketika harus bekerja saat musim hujan.

"Ya, memang susah kalau namanya hujan. Kalau hujan paling kita jemur asal kena angin. Itu butuh proses sekitar semingguan," ucap dia ketika berbincang dengan Kompas.com, Jumat.

Jika musim hujan tiba, maka beban kerjanya akan berlipat ganda. Di sisi lain, permintaan pabrik tak bisa dipenuhi dalam waktu yang telah ditentukan.

KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Limbah kepala ikan tongkol yang diolah menjadi bahan baku pakan ternak di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Oven jadi harapan

Oleh karena itu, Winata berharap agar proses pengeringan limbah kepala ikan tongkol ke depan tak lagi sepenuhnya mengandalkan sinar matahari, mengingat cuaca di Jakarta yang sangat tak menentu.

Baca juga: Cara Olah Ikan Tongkol Supaya Bagian Hitamnya Tak Lagi Pahit, Pakai 1 Bahan Ini

Ia ingin agar ke depannya, ada oven yang dapat membantu mengeringkan limbah itu dalam waktu cepat.

Dengan begitu, permintaan pabrik tetap akan terpenuhi dengan baik dan pekerja tak lagi harus berjuang secara ekstra.

Sebagai pemilik usaha pengolahan limbah kepala ikan tongkol, Kohir juga mengakui tantangan terbesarnya adalah cuaca.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Untuk yang kita olah, kita keringkan. Cuma ini kan karena cuacanya namanya kita bermain di bahan baku kering kan kita tergantung sama matahari tuh," ucap dia di lokasi yang sama, Jumat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Boni Hargens: Polri Makin Humanis, Kunci Stabilitas Sosial-Politik
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Rusia Lancarkan Serangan Udara Masif ke Ukraina, 11 Tewas dan Situs Warisan Dunia UNESCO Terbakar
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Bobby Nasution Larang ASN Sumut Pakai Vape: Untuk Lindungi Generasi Muda dari Penyalahgunaan Narkoba
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
MK Targetkan Gugatan MBG Diputus Bulan Depan
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Kurangi Impor LPG, Bahlil Usul Anggaran Rp 815 M untuk Kompor Listrik pada 2027
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.