Pelindo Sediakan Lahan 6 Hektare untuk PSEL Bali

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, DENPASAR — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan lahan dengan Pemerintah Kota Denpasar untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Pesanggaran, Bali.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi terbarukan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan.

Dalam proyek tersebut, Pelindo menyediakan sebagian lahan Hak Pengelolaan (HPL) di kawasan Benoa seluas sekitar 60.502 meter persegi atau sekitar 6 hektare. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas PSEL beserta infrastruktur pendukungnya.

Pemanfaatan lahan direncanakan berlangsung selama 30 tahun guna mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu di Bali.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan keterlibatan Pelindo dalam proyek tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur lingkungan dan energi berkelanjutan.

“Bali adalah etalase Indonesia di mata dunia. Karena itu, pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas lingkungan, mendukung sektor pariwisata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Achmad dikutip Senin (15/6/2026).

Baca Juga

  • Tiga Proyek PSEL Danantara Resmi Jadi PSN, Ada Bekasi hingga Denpasar
  • SOFA Resmi Masuk Proyek PSEL Danantara, Kantongi 10% Saham Konsorsium
  • Pengolahan Sampah Organik Berbasis Maggot yang Menarik Perhatian

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menilai kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam percepatan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah modern di Bali.

Menurutnya, keberadaan PSEL diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan sampah.

“PSEL merupakan strategi jangka panjang untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang terus meningkat. Melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, kami berharap volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Wali Kota.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran-AS Damai, Rupiah Full Senyum Ditutup Level Rp17.708 per Dolar AS
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Piala Dunia 2026 Geger, Ofisial VAR Tertangkap Kamera Diduga Buat Simbol Neo Nazi
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Kini Masih Merugi, Elon Musk Targetkan Pendapatan SpaceX Tembus US$1 Triliun
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Stok Pertalite di Kupang Sering Habis, Pertamina Jamin Pasokan
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Hasil Pertandingan Grup H: Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde
• 2 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.