China, VIVA - Industri kendaraan listrik di China menghadapi tantangan baru setelah terungkapnya praktik penyalahgunaan baterai bekas mobil listrik yang beredar di pasar gelap. Investigasi yang dilakukan stasiun televisi nasional China Central Television (CCTV) menemukan adanya jaringan ilegal yang mengalihkan baterai kendaraan listrik (EV) bekas ke berbagai bengkel dan pabrik tidak bersertifikat untuk dirakit ulang menjadi paket baterai kendaraan roda dua.
Dilansir VIVA dari Carnewschina, Selasa 16 Juni 2026, praktik tersebut dinilai berisiko tinggi karena baterai yang seharusnya masuk ke jalur daur ulang resmi justru dimanfaatkan kembali tanpa pengawasan standar keselamatan yang memadai.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sel baterai bekas mobil listrik diubah menjadi paket baterai bertegangan 60 volt hingga 72 volt. Angka tersebut melampaui batas standar 48 volt yang berlaku untuk sebagian besar kendaraan listrik ringan dan sepeda listrik konsumen di China.
Lebih mengkhawatirkan lagi, sejumlah operator diketahui melakukan modifikasi sistem kelistrikan dengan menonaktifkan fitur keselamatan bawaan seperti perlindungan terhadap arus berlebih, pengisian daya berlebih, hingga korsleting. Modifikasi tersebut dilakukan demi meningkatkan kapasitas dan performa baterai dengan biaya yang relatif murah.
Menurut data industri yang dikutip dalam investigasi tersebut, nilai sektor daur ulang baterai di China saat ini mencapai sekitar 527,32 miliar yuan atau setara Rp1.190 triliun. Besarnya nilai ekonomi ini membuat baterai bekas menjadi komoditas yang sangat menggiurkan bagi pelaku usaha ilegal.
CCTV menemukan sejumlah fasilitas produksi yang masih aktif merakit baterai dari sel bekas kendaraan listrik. Beberapa lokasi bahkan dilaporkan meningkatkan volume produksi hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya karena tingginya permintaan pasar.
Yang menjadi sorotan adalah keterlibatan perusahaan yang sebenarnya telah memiliki status resmi dalam program pemanfaatan ulang baterai. Salah satu perusahaan yang disebut dalam laporan tersebut diduga mengalihkan sel baterai bekas kendaraan listrik ke pasar kendaraan roda dua, meskipun regulasi yang berlaku melarang penggunaan kembali modul baterai otomotif pada kendaraan ringan.
Larangan tersebut bukan tanpa alasan. Otoritas China mencatat bahwa sekitar 33 persen kasus kebakaran sepeda listrik berkaitan dengan modifikasi ilegal sistem kelistrikan. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen baterai yang terlibat berasal dari paket baterai kendaraan listrik bekas yang telah dimanfaatkan kembali tanpa prosedur yang benar.





