Anis Matta: Partai Politik Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Ikut Arus

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Anis Matta Ketua Umum Partai Gelora Indonesia menegaskan bahwa partai politik harus kembali menjalankan perannya sebagai motor perubahan sosial yang mampu memimpin masyarakat menuju arah yang lebih baik, bukan sekadar mengikuti opini publik yang berkembang.

Menurutnya, hakikat organisasi politik adalah menjadi instrumen perubahan yang menghadirkan gagasan, arah, dan solusi bagi masyarakat.

Karena itu, seorang pemimpin politik tidak cukup hanya mendengar aspirasi rakyat, tetapi juga harus mampu mengelola dan mengarahkan aspirasi tersebut menjadi perubahan yang nyata.

“Tugas para pemimpin adalah mendengarkan suara rakyat. Tetapi yang lebih penting, bagaimana kita memahami cara berpikir masyarakat dan menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Anis Matta yang juga Wakil Menteri Luar Negeri ini menilai, saat ini banyak partai politik
mengalami pergeseran fungsi. Alih-alih menjadi agen transformasi sosial, sebagian partai lebih fokus pada aspek elektoral dan perebutan kekuasaan.

Menurut Anis, ukuran keberhasilan partai politik bukan hanya terletak pada besarnya sumber daya yang dimiliki, melainkan pada kemampuannya memengaruhi cara pandang dan kehidupan masyarakat.

“Kalau kita mampu mengikuti atau mengubah persepsi publik, itu baru pemimpin. Kalau kita mampu mengubah cara masyarakat hidup, itu baru partai politik. Kalau hanya mengikuti arus, kita adalah pengikut, bukan pemimpin,” ujarnya.

Anis juga mengingatkan 73 anggota DPRD Partai Gelora agar memosisikan diri sebagai pemimpin perubahan di daerah masing-masing.

Ia meminta para legislator tidak hanya berfokus pada tugas administratif dan politik praktis, tetapi juga menjadi penggerak transformasi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Anis mencontohkan bagaimana organisasi kemasyarakatan besar seperti Muhammadiyah mampu berkembang dan memberi pengaruh luas meskipun pada awalnya memiliki keterbatasan sumber daya.

Menurutnya, kekuatan utama organisasi tersebut adalah semangat perubahan dan partisipasi sukarela dari para anggotanya.

“Keberhasilan sebuah organisasi tidak selalu ditentukan oleh sumber daya yang besar. Yang paling penting adalah adanya tujuan perubahan yang jelas dan kemampuan menggerakkan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pemerintahan, Anis mengakui kader Partai Gelora yang saat ini menduduki jabatan publik, baik di legislatif maupun eksekutif, menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Ia menyebut dirinya bersama Fahri Hamzah Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman merasakan langsung besarnya tekanan dan kritik publik terhadap pemerintah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa situasi tersebut tidak hanya dialami Indonesia. Menurutnya, banyak negara saat ini menghadapi tantangan serupa akibat kondisi global yang penuh ketidakpastian.

“Memang ada situasi makro yang sekarang membuat banyak negara berada dalam tantangan yang sama, yaitu bagaimana bisa bertahan dan tetap tumbuh di tengah berbagai ketidakpastian global,” pungkasnya.

Anis berharap kader Partai Gelora yang berada di berbagai level pemerintahan mampu menjadikan tantangan tersebut sebagai momentum untuk menunjukkan kepemimpinan yang kuat, menghadirkan solusi konkret, serta memperkuat peran partai sebagai mesin perubahan sosial bagi masyarakat.(faz/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Natalius Pigai Tolak Sebut Ada Pelanggaran HAM di Program MBG?
• 47 menit lalukompas.com
thumb
Pawai Tahun Baru Islam dongkrak penyewaan odong-odong di Jaktim
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Kapten Persib Hadir Langsung Tonton Piala Dunia, Marc Klok Dukung Negara Kelahirannya 
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Driver Ojol di Depok Dianiaya Usai Dituduh Pelaku Jambret
• 2 jam lalukompas.com
thumb
PDIP Klaim Tak Terpengaruh Jika Jokowi Bergabung ke PSI
• 22 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.