Polisi Bantah Lakukan Penggerebekan Saat Masuk ke Kantor Sekretariat GMNI Jaksel

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bagian Operasional Polres Jakarta Selatan, AKBP Tribuana Roseno, membantah anggotanya melakukan penggerebekan saat memasuki Kantor Sekretariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan usai membubarkan demo di Pancoran pada Jumat (12/6/2026).

“Itu bukan penggerebekan,” kata Seno dalam panggilan telepon, Selasa (16/5/2026).

Seno menjelaskan, mulanya anggotanya berjaga di sekitar wilayah Semanggi agar massa tak sampai ke arah Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat.

Baca juga: Cerita dari Kampoeng Betawi PRJ 2026: Harapan UMKM di Tengah Ramainya Jakarta Fair

Pada saat yang sama, kondisi lalu lintas di Jalan Raya Pasar Minggu yang biasanya padat dilaporkan mengalami kemacetan lebih parah dari biasanya.

Polisi kemudian menerima laporan dari pengendara mengenai adanya aksi mahasiswa yang menutup jalan.

“Itu sebelah kanan SPBU tuh ada putaran balik. Dan situ macet. Nah dari arah berlawanan, ada masyarakat menyampaikan, ‘Pak, itu Pak, di sana Pak, ada demo tutup jalan bikin macet!’” jelas Seno.

Mendapat laporan tersebut, Seno bersama sejumlah personel bergerak menuju lokasi demo. Setibanya di sana, massa diketahui telah membakar ban di tengah jalan.

Antrean kendaraan mengular dan suara klakson terdengar bersahutan. Karena itu, petugas membawa alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api sesuai prosedur yang berlaku.

Menurut Seno, upaya pemadaman tersebut sempat memicu adu mulut antara polisi dan massa aksi.

Untuk memastikan situasi tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan adanya pihak lain yang memanfaatkan kondisi tersebut, polisi kemudian melakukan pemeriksaan ke Kantor Sekretariat GMNI.

Selain itu, massa aksi diketahui membawa ban dan bensin yang dinilai berpotensi membahayakan serta bukan bagian dari perlengkapan aksi unjuk rasa.

Baca juga: Pesan Gibran ke Guru soal AI: Jangan Menyerah Meningkatkan Kemampuan Diri

Meski demikian, Seno menegaskan tidak ada tindakan lebih lanjut setelah pemeriksaan singkat tersebut dilakukan. Massa aksi yang sempat diamankan hanya dimintai keterangan sebelum akhirnya dipersilakan pulang.

“Akhirnya karena mereka ada yang kami antisipasi takutnya ada penyusup segala macam, marilah ke sana, ke dalam. Ya sempat ada kejar-kejaran, nah seperti itu saja, habis itu sudah selesai,” jelas Seno.

Setelah situasi dinilai kondusif, polisi meninggalkan lokasi. Namun, pada malam harinya massa aksi kembali menggelar protes tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Mereka kembali membakar ban yang menyebabkan arus lalu lintas sempat terganggu. Polisi kemudian membubarkan aksi tersebut sehingga kondisi lalu lintas kembali normal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fase Pemulangan Jemaah Haji Gelombang 2 via Bandara Madinah Dimulai
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Libur 1 Muharram, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Hari Ini
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Hadapi Selandia Baru di Piala Dunia, Bisakah Taremi Tetap Fokus? | KOMPAS MALAM
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Wagub DKI Rano Karno Buka Festival Muharram 1448 H di Taman Bendera Pusaka
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mulai 4 Juli 2026, KA Rajabasa Gunakan Ekonomi Premium Modifikasi
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.