Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menegaskan partainya tidak terlibat dalam aksi-aksi mahasiswa. Sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu mengecam aksi penolakan MBG yang ditunggangi kepentingan politik praktis.
Dalam pernyataan sikap Aliansi BEM Bersatu, mereka menduga ada keterlibatan PDIP di balik aksi-aksi yang dipimpin Eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Sebab, BEM bersatu disinyalir memiliki kedekatan dengan PDIP.
"PDI Perjuangan tidak terkait dengan aksi-aksi mahasiswa, jangan merendahkan gerakan independen mahasiswa dengan memberikan tuduhan ditunggangi oleh partai dengan bukti yang sumir dan tidak masuk akal," ucap Guntur saat dihubungi, Selasa (16/6).
Menurut Guntur, tuduhan yang dilayangkan oleh Aliansi BEM Bersatu soal mobil Fortuner yang ditumpangi Tiyo merupakan milik Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024, hanyalah sebuah "cocokologi".
"Itu hanya 'cocokologi', mobil yang dipakai Tiyo adalah pinjaman dari seseorang, dan seseorang itu adik dari seseorang yang besannya dari orang yang dulunya timses di pilpres, padahal pilpres sudah selesai," ucap Guntur.
"Adik kakak juga belum tentu pilihan politiknya sama. Besanan juga belum tentu sama politiknya. Dipaksakan dengan cocokologi. Kritik terhadap MBG itu datang dari hampir semua lapisan masyarakat. Yang sekarang terbukti dengan ditangkapnya 3 eks pimpinan BGN atas tuduhan korupsi. Apa BEM Bersatu itu mau bela koruptor MBG," tambahnya.
Guntur pun menegaskan, nama-nama yang terkait dengan mobil Fortuner Tiyo bukanlah bagian dari timses Ganjar.
"Ibu Siti Nuareni bukan Timses. Pak Setyo Sularso juga bukan," tegasnya.
"Pak Setyo Bu Siti juga bukan orang PDI Perjuangan," tandasnya.
Kata Aliansi BEM BersatuAliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menduga terdapat keterlibatan aktor politik praktis di balik aksi mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dugaan tersebut salah satunya didasarkan pada kedekatan pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, dengan sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan PDIP dan tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah indikasi yang menurut mereka patut dicermati publik.
"Kedua, kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu," kata Rahmat dalam jumpa pers, Selasa (16/6).
"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," sambungnya.
Menurut Rahmat, indikasi keterkaitan tersebut juga terlihat dari agenda yang akan dihadiri Tiyo Ardianto bersama sejumlah tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah.
"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan yang akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal (18 Juni 2026) mendatang, bersama dengan sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," ujar Rahmat.





