JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka menanggapi aksi mahasiswa yang terjadi baru-baru ini.
Menurutnya, demo merupakan salah satu cara untuk menyampaikan aspirasi dan tidak dilarang.
"Di negara demokrasi ini, upaya-upaya untuk menyalurkan aspirasi tentu saja merupakan upaya yang tidak dilarang, tentu saja dengan tetap mengikuti aturan-aturan yang berlaku," ujarnya di Jakarta, Selasa (16/6/2026), dipantau dari YouTube KompasTV.
Ia juga menanggapi terkait salah satu fokus tuntutan mahasiswa, yakni meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberhentikan sementara.
Merespons hal tersebut, Waketum PSI itu mengatakan berbagai upaya untuk memperbaiki program MBG sudah terus dilakukan, termasuk pergantian pemimpin Badan Gizi Nasional (BGN).
Isyana pun meminta publik memberi kesempatan pada BGN untuk memperbaiki tata kelola MBG.
Ia menilai, program MBG punya tujuan yang mulia, yakni agar anak-anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita bisa mendapatkan gizi yang baik untuk mencegah stunting dan meraih bonus demografi.
Baca Juga: Mahasiswa Tolak Ajakan Makan Malam Gibran saat Setor Tuntutan, Dipuji PDIP
Salah satu aksi mahasiswa digelar di Jakarta, Senin (16/6/2026) lalu. Sebagaimana dilansir KompasTV, seorang perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) yang melakukan aksi di Jakarta Senin lalu itu, Arya, menyampaikan 6 tuntutan mahasiswa kepada pemerintah:
1. Mendesak pemerintah dan DPR RI untuk menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh program MBG dan KDMP.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- waketum psi
- psi
- isyana bagoes oka
- aksi
- demo
- mahasiswa





