Alasan Gus Ipul Menyebut Nama Nasaruddin Umar di Bursa Calon Ketum PBNU, Oalah

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - KEDIRI – Menteri Agama Nasaruddin Umar dinilai layak masuk bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU.

Penilaian tersebut disampaikan Menteri Sosial yang juga Sekretaris PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

BACA JUGA: Menag Nasaruddin Umar Masuk Bursa Ketua Umum PBNU

Gus Ipul mengatakan sejumlah nama telah muncul dalam pembahasan publik terkait calon Ketum PBNU, termasuk Nasaruddin Umar yang pernah menjabat Katib Aam PBNU.

"Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam," katanya di Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/6).

BACA JUGA: Bursa Calon Ketum PBNU Memanas, Gus Ipul Jagokan Nasaruddin Umar?

Dia menjelaskan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Said Aqil Siradj, dan Yahya Cholil Staquf pernah menjabat Katib Aam sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU.

Menurut Gus Ipul, Nasaruddin Umar juga pernah mengemban amanah sebagai Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan almarhum K.H. Sahal Mahfudh.

BACA JUGA: PCNU Babat Bikin Gowes Muharam, Gus Mashum: Mencari Sehat & Berkah

Meski demikian, dia menegaskan penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku.

Gus Ipul juga memastikan dirinya tidak akan maju maupun dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Rapat dihadiri jajaran PBNU serta panitia tingkat pusat, daerah, dan lokal untuk mematangkan pelaksanaan Munas dan Konbes NU.

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menyatakan siap mendukung pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.

"Intinya, PWNU Jatim siap dukung pelaksanaan Munas-Konbes NU di Ploso, bahkan persiapan kami dengan panitia lokal sudah bisa dibilang hampir 100 persen, tinggal pelaksanaan," kata Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jatim Mustainn.

Menurut dia, rangkaian kegiatan akan diawali pembukaan Munas dan sidang-sidang di Pondok Pesantren Al Falah Ploso pada 20-21 Juni 2026, dilanjutkan napak tilas muassis NU di Tebuireng, Kabupaten Jombang, pada 22 Juni 2026.

Kegiatan akan ditutup di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026 yang direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Ketua PWNU Jawa Timur K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin berharap Munas dan Konbes NU berjalan lancar serta menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat sistem kepemimpinan organisasi sesuai nilai dan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama.

"Kami optimistis forum tersebut akan menjadi sarana konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 atau Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama," kata Gus Kikin. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gus Salam Memenuhi Syarat Calon Ketua Umum PBNU


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jateng jadi provinsi dengan sertifikasi tanah wakaf tertinggi
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Jelang Duel Piala Dunia 2026, Suporter Argentina dan Aljazair Terlibat Perkelahian
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Rawan Sengketa, Ada 25.000 Desa Berlokasi di Area Kawasan Hutan
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Mensos Salurkan Bansos Pascabencana Sumatera Rp 1 Triliun Pekan Ini
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Istana Ungkap Alasan Prabowo Tidak Hadiri Agenda KTT Asean-Rusia di Kazan
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.