Timnas Iran Disuruh Tinggalkan Wilayah AS setiap Selesai Laga Piala Dunia 2026

katadata.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat (AS) mewajibkan tim nasional Iran keluar dari wilayah Negeri Paman Sam hanya beberapa jam setelah peluit akhir pertandingan fase grup Piala Dunia mereka dibunyikan wasit. Kebijakan tersebut memicu kritik karena dinilai mengganggu pemulihan pemain dan ketegangan politik antara Washington dan Teheran.

Iran yang tergabung di Grup G menjalani laga pembuka melawan Selandia Baru di Stadion Los Angeles, AS, Selasa (16/6) pagi WIB. Pertandingan berakhir imbang 2-2.

Direktur Eksekutif Gugus Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani mengatakan, kebijakan tersebut memang telah ditetapkan Pemerintah AS. Timnas Iran hanya diizinkan memasuki AS sehari sebelum pertandingan dan harus meninggalkan negara itu pada malam setelah laga berakhir.

"Kami sudah menjelaskan bahwa ini adalah prosesnya," kata Giuliani dikutip dari Al Jazeera, Rabu (17/6).

Seusai laga yang berlangsung di tengah memanasnya hubungan AS dan Iran, delegasi Tim Melli langsung bertolak kembali ke markas mereka di Meksiko setelah pertandingan berakhir sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Kebijakan itu menuai kritik karena tim tidak mendapat kesempatan bermalam di Los Angeles untuk menjalani proses pemulihan.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei mengatakan, timnya sebenarnya berharap dapat menginap semalam di California sebelum kembali ke Meksiko. "Kami diperintahkan meninggalkan AS hanya beberapa jam setelah pertandingan. Kami berharap bisa bermalam untuk memaksimalkan proses pemulihan pemain," ujarnya.

Selain masa tinggal yang dibatasi, Iran juga sempat menghadapi persoalan visa. Visa masuk pemain sayap Mehdi Torabi berakhir setelah pertandingan pertama sehingga ia sempat terancam tidak dapat kembali ke AS untuk laga berikutnya.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan, persoalan tersebut telah diselesaikan dengan menerbitkan visa masuk ganda baru sehingga Torabi tetap dapat memperkuat Iran pada pertandingan selanjutnya.

"Begitu kami mengetahui masalah tersebut, kami segera memastikan pemain itu dapat berpartisipasi dalam setiap pertandingan," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Giuliani juga menyatakan, tidak semua anggota delegasi Iran memperoleh izin masuk ke AS. Sejumlah staf pendukung dan ofisial ditolak masuk, sementara seluruh pemain dan pelatih telah memperoleh visa.

Menurut Giuliani, pembatasan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah AS terhadap individu yang memiliki hubungan langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

"Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah menyampaikan dengan jelas bahwa siapa pun yang memiliki hubungan langsung dengan IRGC tidak akan diizinkan masuk ke Amerika Serikat. Piala Dunia tidak menjadi pengecualian," kata Giuliani.

Kapten timnas Iran, Mehdi Taremi, mengaku perjalanan tim dari Tijuana, Meksiko, menuju Los Angeles juga berlangsung jauh lebih lama dibanding biasanya. Menurut dia, tim harus menjalani pemeriksaan keamanan yang memakan waktu hingga lima jam.

"Saya rasa FIFA harus membantu kami lebih dari ini," kata Taremi.

Iran dijadwalkan kembali bermain di Stadion Los Angeles menghadapi Belgia pada Sabtu (21/6). Sesuai kebijakan pemerintah AS, tim kembali hanya akan diizinkan memasuki wilayah Amerika sehari sebelum pertandingan dan harus meninggalkan negara itu pada malam setelah laga usai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesalahan Medis yang Tak Terlihat di Rumah Sakit
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Tips Journaling untuk Pemula
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Asus Prime GeForce RTX 5070 OC Edition, Gaming Kelas Berat Pakai GDDR7
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Istana: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, dan C, Insentifnya Tak Lagi Sama
• 9 jam lalukompas.com
thumb
​​Respons Dinamika Zaman, UB Jadi Tempat Uji Publik RUU HAM 1999
• 7 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.