VIVA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkap target ambisius Timnas Indonesia dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI. Selain membahas proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker, Erick juga membeberkan roadmap besar yang telah disiapkan untuk Skuad Garuda hingga Piala Dunia 2030.
Dalam rapat tersebut, Komisi X DPR RI memberikan lampu hijau terhadap rekomendasi naturalisasi dua pemain keturunan asal Australia tersebut. Menurut Erick, kehadiran Luke Vickery dan Mitchell Baker bukan hanya untuk kebutuhan sesaat, melainkan bagian dari proyek jangka panjang PSSI.
"Kedua atlet sepak bola dimaksud, Warga Negara Australia, berkeinginan untuk menjadi Warga Negara Indonesia karena yang bersangkutan dibutuhkan untuk memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia," ujar Erick.
Erick menjelaskan, kedua pemain itu diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional dalam lima tahun ke depan. Mulai dari ASEAN Hyundai Cup 2026, FIFA Series 2026-2031, Piala Asia 2027 di Arab Saudi, ASEAN Hyundai Cup 2028, Kualifikasi Piala Dunia 2030, ASEAN Hyundai Cup 2030, hingga putaran final Piala Dunia 2030 dan Piala Asia 2031.
"Adapun target jangka pendek di bawah lima tahun, mereka diperlukan untuk ASEAN Hyundai Cup 2026, FIFA Series 2026–2031, AFC Asian Cup 2027 Saudi Arabia, ASEAN Hyundai Cup 2028, FIFA World Cup Qualification 2030, ASEAN Hyundai Cup 2030, FIFA World Cup 2030, dan AFC Asian Cup 2031," kata Erick.
Tak hanya itu, mantan Presiden Inter Milan tersebut juga memasang target besar dalam jangka panjang. PSSI ingin Timnas Indonesia mampu menembus 50 besar ranking FIFA dan masuk dalam jajaran 10 tim terbaik Asia.
"Sedangkan target jangka panjang di atas lima tahun, kedua atlet tersebut diperlukan untuk mencapai target ranking 50 besar FIFA, 10 besar Asia, serta lolos di setiap putaran final FIFA World Cup dan AFC Asian Cup," ungkap Erick.
Menurutnya, keberadaan pemain naturalisasi juga penting untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional. Mereka diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu dan pengalaman kepada pemain-pemain lokal, baik untuk kepentingan tim nasional maupun kompetisi profesional Indonesia.
"Selain itu, untuk memperkuat kedalaman skuad timnas, mereka dibutuhkan untuk transfer knowledge atau melengkapi kemampuan pesepak bola lokal, baik untuk kepentingan tim nasional sepak bola maupun kepentingan liga profesional," tambahnya.





