Jakarta, 17 Juni 2026 – Kabar baik untuk para kreator dan generasi muda Indonesia: Kreativitas bukan lagi sekadar hobi, tapi bisa menjadi mesin penghasilan nyata.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan raksasa teknologi global Adobe secara resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengubah ekosistem kreatif Indonesia. Dalam sebuah acara di Jakarta, ketiganya mengumumkan program pemberdayaan yang menggabungkan akses teknologi mutakhir, pelatihan berbasis AI, serta—yang paling menarik—peluang monetisasi langsung bagi para kreator.
Indonesia Jadi yang Pertama di DuniaSalah satu pengumuman paling mengejutkan datang dari Adobe. Presiden Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyatakan bahwa Indonesia terpilih sebagai negara pertama di dunia untuk meluncurkan program monetisasi kreator Adobe Express.
Apa artinya? Kreator Indonesia kini bisa membuat template desain lokal dan mendapatkan penghasilan langsung dari karya yang mereka ciptakan di platform Adobe Express. Bayangkan, seorang kreator di Bandung atau Surabaya bisa menghasilkan uang dari template yang digunakan oleh pengguna lain di seluruh dunia.
“Kami terinspirasi oleh komunitas kreatif Indonesia dan bersemangat untuk membantu lebih banyak kreator mewujudkan ide-ide mereka menjadi peluang nyata,” ujar David Wadhwani.
Paket Lengkap: Akses Gratis + Pelatihan + PanggungProgram kolaborasi ini memberikan paket lengkap bagi pelanggan Indosat:
- Akses Premium Gratis: Seluruh pelanggan Indosat (termasuk IM3 dan Tri) mendapatkan akses Adobe Express Premium gratis selama 6 bulan. Aplikasi ini memungkinkan pembuatan konten digital, desain visual, dan storytelling dengan bantuan AI secara cepat dan mudah.
- Pelatihan Berbahasa Indonesia: Pelanggan juga mendapat akses ke materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Mulai dari pembelajaran singkat hingga pengembangan profesional, semua dirancang untuk mengasah keterampilan kreatif dan AI.
- Panggung Bergengsi: Para kreator terpilih berkesempatan menampilkan karya mereka di IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia. Ini bukan sekadar pameran, tapi jalan untuk membangun koneksi dengan pelaku industri dan investor.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana pemerintah dan industri bekerja sama membekali generasi muda.
“Fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar pada budaya bangsa dan kreativitas masyarakatnya. Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya,” tegas Riefky.
Program ini juga terintegrasi dengan inisiatif Kemenekraf bernama ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector), yang bertujuan memperkenalkan ekosistem ekonomi kreatif sejak dini di sekolah dan kampus.
Sementara itu, Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menyoroti potensi besar Indonesia. “Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka,” ujarnya.
Target: 15.000 Anak MudaProgram ini akan dijalankan melalui GENSi (Generasi Terkoneksi), platform pemberdayaan generasi muda milik Indosat. Setelah sukses menjangkau lebih dari 10.000 anak muda, GENSi menargetkan 15.000 peserta baru pada tahun 2026.
Dengan tiga pilar utama—jangkauan luas Indosat, teknologi AI Adobe, dan dukungan kebijakan Kemenekraf—kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak kreator Indonesia untuk bergerak dari sekadar belajar, menjadi berkarya, hingga menuai hasil ekonomi dari kreativitas mereka.





