HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA – Jalan Trans Sulawesi poros Rantepao–Pangalla–Baruppu kembali mengalami gangguan arus lalu lintas setelah satu ruas jalan digunakan penuh untuk kegiatan pesta pernikahan.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Simpang Tiga Jembatan Malango, Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, pada Rabu (17/6/2026) malam.
Akibat penggunaan satu ruas jalan secara penuh, ruas jalan lainnya juga terpantau mengalami kepadatan kendaraan. Penutupan jalan disebut telah berlangsung sejak dua hari terakhir.
Kondisi itu memaksa sejumlah pengendara mencari jalur alternatif dengan melintas di depan SMP Katolik Rantepao. Namun, jalur alternatif tersebut juga mengalami kemacetan hingga lebih dari 300 meter.
Kemacetan menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat sulit bergerak dan sejumlah pengendara terjebak di lokasi.
Kepala Dinas Perhubungan Toraja Utara, Paris Salu, menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin maupun surat rekomendasi terkait penggunaan ruas jalan tersebut.
“Saya hanya dihubungi melalui telepon beberapa hari lalu. Saya meminta agar dibuatkan surat permohonan secara tertulis, tetapi sampai sekarang tidak ada, khususnya terkait kegiatan pesta pernikahan itu,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Paris juga menilai seharusnya pihak penyelenggara berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait penggunaan badan jalan.
“Kenapa tidak hanya menggunakan setengah ruas saja? Itu pun sebenarnya sudah sangat kami beri kebijakan jika memang diperlukan. Tetapi ini digunakan penuh. Memang di wilayah itu saya akui sudah beberapa kali dilakukan kegiatan dengan menutup satu ruas jalan secara penuh,” tuturnya.
Ia juga menyebut tidak ada koordinasi yang diterima pihak Dishub dari aparat terkait, termasuk dari Satlantas Polres Toraja Utara.
“Saya juga tidak tahu mereka berkoordinasi dengan siapa, apakah ke pihak kepolisian atau bagaimana. Yang jelas, khusus di Dishub tidak ada koordinasi ataupun rekomendasi. Apalagi saya juga belum lama menjabat sebagai Kadis Perhubungan Toraja Utara,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Toraja Utara belum memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut. (edy/*)





