JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 20.000 jemaah akan menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi merupakan rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama dan habaib Betawi yang selama ini berperan dalam dakwah, pendidikan keagamaan, dan pembangunan sosial masyarakat Jakarta.
"Haul Akbar ini adalah momentum sakral untuk menghormati jasa para ulama dan habaib yang telah meletakkan fondasi harmoni keagamaan dan kebersamaan di Jakarta," kata Chico saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: DPRD DKI Dukung Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Basis Anggaran Jakarta sebagai Kota Global
Haul Akbar tahun ini mengusung tema Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global.
Sebelum acara puncak di Monas, sejumlah kegiatan akan digelar sejak pagi hari.
Salah satunya Gerakan Bersih-Bersih Masjid dan Mushala yang berlangsung pukul 07.00-09.00 WIB dan melibatkan sekitar 4.443 masjid serta 6.657 mushala di seluruh Jakarta.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI juga menggelar ziarah ke makam ulama dan habaib Betawi di berbagai wilayah Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dijadwalkan berziarah ke makam Guru Marzuqi di Cipinang Muara setelah melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al Marzuqiyah.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno akan berziarah ke makam Guru Mughni di Kuningan pada pagi hari.
Para wali kota, bupati, camat, dan lurah juga dijadwalkan melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama yang telah ditentukan di wilayah masing-masing.
Baca juga: DPRD Kritik Minimnya Penambahan Lahan Makam, Padahal Pemprov DKI Gencar Bangun Taman
Menurut Chico, kegiatan bersih-bersih rumah ibadah dan ziarah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga nilai gotong royong sekaligus mengenang jasa para tokoh agama yang berkontribusi bagi Jakarta.
"Partisipasi aktif Gubernur, Wakil Gubernur, walikota, hingga camat dan lurah menjadi teladan nyata dalam menjaga kesucian tempat ibadah dan mengenang jasa para pendahulu," ujar Chico.